BETANEWS.ID, JEPARA – Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso mengatakan letak geografis Jepara yang berada di ujung utara Pulau Jawa menjadikan Jepara bukan sebagai perlintasan arus mudik tetapi sebagai daerah tujuan mudik.
Sehingga hal tersebut juga menjadi kabar baik mengingat jumlah volume kendaraan yang masuk ke Jepara tidak sebanyak daerah yang menjadi perlintasan.
Baca Juga: Tebing 30 Meter di Tempur Jepara Longsor, Akses Jalan Tertutup
Namun hal yang menurutnya perlu diantisipasi yaitu adanya titik keramaian di sejumlah destinasi wisata, terutama wisata pantai. Sehingga pihaknya akan memfokuskan pengamanan utamanya pada pasca hari lebaran hingga H+7 atau pada perayaan festival lomban.
“Memang itu menjadi daya tarik wisata, apalagi bertepatan juga dengan hari jadi Jepara,” katanya saat meninjau posko pengamanan Mayong pada Selasa, (25/3/2025).
Untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya akan menempatkan beberapa petugas melalui pos – pos pengamanan bersama Polri, TNI, Dishub, dan sejumlah organisasi lain termasuk Polair (Polisi Perairan) di tempat wisata.
Selain itu, untuk mengamankan jalur mudik pihaknya juga sudah menyiapkan empat titik posko terpadu. Yaitu Posko Terpadu Alun-Alun Jepara, Posko Pelabuhan Kartini, Posko Pengamanan Mayong, dan Posko Pengamanan di Terminal Sambung Oyot Keling.
Ia menyampaikan pada hari ini belum nampak adanya penambahan secara signifikan terhadap volume kendaraan menuju Jepara. Ia mengatakan berdasarkan traffic analysis control memang sudah ada beberapa kendaraan dengan plat luar wilayah aglomerasi Pati namun masih dapat terkendali.
“Puncak mudik kita perkirakan di hari Kamis, Jumat, Sabtu nanti,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar mengatakan untuk menyambut para pemudik, perbaikan jalan di Jepara, baik jalan provinsi maupun jalan kabupaten menurutnya berjalan dengan baik.
Baca Juga: Terkendala Administrasi, Bandara Dewadaru Karimunjawa Belum Bisa Beroperasi
Namun ia menyadari perbaikan tersebut masih belum maksimal karena keterbatasan waktu. Ia menyebutkan dari 200 Km jalan kabupaten yang menjadi prioritas Bupati dan Wakil Bupati di 100 hari kerja, sudah tertangani sepanjang 60 Km.
“Sesuai arahan Pak Gubernur, jalan provinsi maksimal H-15 harus sudah siap dilintasi. Sudah kami laksanakan,” katanya.
Editor: Haikal Rosyada

