BETANEWS.ID, KUDUS – Di balik kesuksesan Warung Gudeg Jogja Yu Santi yang berlokasi di Jalan Besito-Jatisari, Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, ada sosok Agus Adi Pradana, atau yang akrab disapa Bernad. Dengan penuh ketelatenan, pemuda 23 tahun ini melayani pembeli yang datang, sesekali ia tampak berbincang untuk mencairkan suasana.
Bernad bukan sekadar penerus bisnis keluarga, tetapi juga inovator yang membawa Gudeg Jogja ke Kudus. Ide usaha ini muncul saat keluarganya menghadapi masa sulit. Ibunya, yang asli Bantul, Jogja, mewarisi resep gudeg dari sang nenek, dan Bernad melihat peluang besar di Kudus yang belum banyak penjual gudeg.
“Awal mulanya itu, kami hanya bisa membuat, belum terpikir untuk menjual. Dulu ibu saya hanya di rumah, sementara bapak bekerja di Jakarta. Ketika saya kuliah di Banyuwangi, kami mulai merintis usaha ini,” cerita Bernad.
Baca juga: Cuma Buka Setengah Hari, Sego Godong Jati Rendeng Kudus Tak Pernah Sepi Pembeli
Setelah lulus, ia memutuskan untuk serius mengembangkan bisnis tersebut. Dalam waktu singkat, Gudeg Jogja Yu Santi berkembang pesat, kini sudah memiliki tiga cabang di Pasar Gembong, Pasar Dawe, dan Mejobo.
Bernad tidak hanya mengandalkan warisan resep, tetapi juga turun langsung ke lapangan. Ia mengelola produksi, distribusi ke pasar, serta memanfaatkan media sosial seperti TikTok untuk pemasaran.
Namun, perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Tantangan utama datang saat musim hujan, di mana pembeli cenderung berkurang.
Baca juga: Jangan Sampai Kalap, Japanese Food di Yakinmurah Harganya Mulai Seribuan
“Kadang sepi, kadang ramai. Tapi saya percaya, yang penting tetap bertahan dan terus berinovasi,” ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Ke depan, Bernad berencana menambah menu seperti ayam seperempat dan kuah aren guna memperkaya pilihan pelanggan. Dengan omzet harian mencapai Rp1 juta dan bulanan mencapai Rp30 juta, ia yakin Gudeg Jogja Yu Santi bisa menjadi salah satu ikon kuliner di Kudus.
Penulis: Vita Verliana, Mahasiswa Magang PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

