Antisipasi Lonjakan Harga saat Puasa, Dispertan Kudus Dorong P2L di Tiap Desa

BETANEWS.ID, KUDUS – Mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus mendorong pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di seluruh desa. Program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, sehingga menekan dampak inflasi.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Perkebunan Dispertan Kabupaten Kudus, Agus Setiawan mengatakan, di tahun ini pihaknya bersama Polres Kudus menghimbau masyarakat untuk melakukan pemanfaatan pekarangan dalam gerakan tanam (gertam) cabai.

Baca Juga: Sepi Pembeli, Penjual Daging Ayam Protes Keberadaan Pedagang Jalanan

-Advertisement-

“Tahun kemarin kami ada kegiatan P2L di 10 desa. Tahun ini gerakannya kami dorong melalui desa, Mas. Minimal kebutuhan rumah tangga tercukupi, sehingga tidak menimbulkan dampak inflasi,” bebernya melalui pesan singkat, Selasa (25/2/2025).

Menurutnya, hal itu sejalan dengan anjuran Menteri Pertanian (Mentan). Untuk mendukung program ini, dana desa yang mandatorinya ketahanan pangan dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan baik.

“Gerakan ini salah satunya untuk antisipasi lonjakan harga jelang Ramadan. Semua dilibatkan, Bhayangkari dan PKK juga ikut terlibat,” ungkapnya.

Tidak hanya cabai, kata dia, masyarakat juga dianjurkan menanam tanaman lain untuk mendukung ketersediaan pasokan pakan, minimal dari rumah tangga. Terlebih, tanaman yang mudah di tanam di pekarangan rumah.

“Himbauan kami, apa yang bisa ditanam di pekarangan, khususnya sayur-sayuran seperti cabai, tomat, terung, kangkung, sawi, dan sejenisnya,” ujarnya.

Hasil panen dari pekarangan itu nantinya, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sementara hasil pertanian petani skala besar bisa disuplai untuk kebutuhan rumah makan dan usaha kuliner lainnya.

Baca Juga: Bellinda Tak Tempati Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus

Ia menjelaskan, demi mendukung program tersebut, pihaknya berencana berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terkait bantuan bibit. 

“Bisa mas (bantuan bibit melalui dana desa), rencana saya mau koordinasi ke dinas PMD,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER