Mengintip Produksi Batako Ramah Lingkungan dari Limbah di PT New Ramon Star

BETANEWS.ID, PATI – Sejumlah pekerja terlihat membawa limbah padat yang telah dikeringkan menggunakan sebuah angkong. Limbah padat kering itu, kemudian dimasukkan ke sebuah mesin penggiling.

Beberapa pekerja yang ada di tempat sebuah produksi itu, kemudian mencampurkan air dan semen ke mesin tersebut. Tak begitu lama, proses pencampuran material itu selesai.

Baca Juga: Banjir di Depan Alugoro Pati Sempat Bikin Macet hingga 2 Kilometer

-Advertisement-

Setelahnya, bahan tersebut dimasukkan ke mesin  yang ada di dekat di tempat penggilingan untuk dicetak menjadi batako. Sekali cetak, mesin itu bisa menghasilkan sebanyak empat batako berukuran besar.

Fachrudin Afendy, Staf PT New Ramon Star mengatakan, bahwa batako yang diproduksi tersebut menggunakan bahan dasar sludge. Meterial ini adalah limbah padat yang berupa lumpur dan dihasilkan dari proses pengolahan limbah cair, seperti limbah industri atu domestik.

Diketahui, sludge ini memiliki konsentrasi zat padat yang tinggi dan karakteristiknya bervariasi, tergantung jenis limbah yang diolah.

“Kita limbah awal berupa sludge dan abu faba.Yang sludge itu lumpur. Lumpur itu dikeringkan terlebih dahulu, sampai benar-benar kering, kemudian diproseng mixing untuk mendapatkan abu yang paling halus,” ujarnya.

Setelah itu katanya dicampur dengan material lain untuk diproduksi menjadi batako. Namun katanya, setelah proses mixing terlebih dahulu dilakukan pengecekan laboratorium.

Hal ini menurut Afendy, untuk mengetahui apakah terdapat kandungan bahan yang berbahaya atau tidak. Seumpama tidak ada, akan langsung diproses menjadi batako.

Namun, kalau ditemukan ada kandungan bahan yang berbahaya, maka akan dilakukan mixing lagi. Hal ini supaya kadar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) bisa menurun sesuai dengan batas toleransi yang ditentukan oleh pemerintah.

“Kemudkan masuk tahap produksi pembuatan batako. Kalau air, dalam pembuatan batako ini sangat sedikit sekali, karena itu hanya buat sebatas perekat semen,” ungkapnya.

Ia menyebut, batako yang diproduksi itu kelebihannya harganya lebih murah, barangnya lebih tebal dan dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Diguyur Hujan Sejak Pagi, Jalan Depan Alugoro Pati Sempat Kebanjiran

Menurutnya, batako yang diproduksi PT New Ramon Star itu juga lebih kuat, karena sudah ada Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Kalau harga tergantung kesepakatan dengan pemilik usaha. Karena belinya partai bukan pcs. Ya di kisaran Rp1.000 sampai Rp1.500,” ungkapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER