BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, akan fokus mengembangkan rempah Muria pada tahun depan. Rempah bisa menjadi daya tarik wisata yang bagus untuk menyejahterakan masyarakat, khususnya di lereng Muria.
Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah, menyampaikan, pihaknya akan fokus mengeksplor rempah Muria karena mempunyai peluang besar di tengah masyarakat yang suka menkonsumsi rempah.
“Jadi tahun depan kami mengeksplor rempah Muria. Sekarang kami lihat banyak masyarakat yang mulai suka dengan rempah-rempah. Rempah ini seperti apa, ada kunir, laos, jahe, dan lain sebagainya,” ungkapnya, Rabu (23/10/2024).
Baca juga: Dibuka Hari Ini, Pameran Temporer Museum Kretek Berlangsung Hingga 27 Oktober 2024
Ia mengungkapkan, pihaknya sudah lama punya impian menjadikan rempah sebagai daya tarik wisata. Namun, pihaknya memang belum memetakan potensinya.
“Rempah ini, harapan kami nanti coba jadi jargon pariwisata agar di kawasan Colo, Kajar, dan Lawu tidak hanya kopi, tapi juga ada rempah. Walaupun sudah ada, tapi banyak yang kemasan. Dulu saya punya impian kopi kemasan tidak ada di sana, ternyata di sana masih ada. Nah ini nanti kami tata dengan minuman rempah,” jelasnya.
Dengan potensi dan peluang yang ada, pihaknya akan berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain di Kabupaten Kudus, agar program ini berjalan lancar.
Baca juga: Keliling Kudus Lewat Virtual Reality PT Djarum di Pameran Temporer Museum Kretek
“Jadi kami mengeksplor rempah supaya harga rempah bisa meningkat dan menjadi daya tarik wisata di Kudus,” ujar Tika.
Meski begitu, pihaknya menyayangkan karakteristik masyarakat Kudus yang terbiasa instan. Menurutnya, semangat masyarakat masih kurang saat mengolah sesuatu menjadi nilai ekonomi dan mempunyai nilai tambah. Makanya, ini menjadi evaluasi bagi pihaknya saat menjalan program ini.
Editor: Ahmad Muhlisin

