BETANEWS.ID, JEPARA – Berlokasi di tengah kota, Chang Coffee yang berada di Jalan Mangunsarkoro, Kelurahan Panggang, Kecamatan/Kabupaten Jepara memiliki konsep unik yang berbeda dengan tempat ngopi lainnya.
Dengan design di ruang terbuka dan di penuhi berbagai jenis tanaman, pengunjung akan disuguhi suasana ngopi seperti berada di teras rumah. Selain itu, tempat ngopi yang memakai simbol kepala gajah tersebut, juga menawarkan berbagai jenis kopi lokal khas pegunungan Muria.
Baca Juga: Sea Kopi Kenalkan Kopi Tempur Lewat Gerobak, Mangkal di Utara Kantor Bupati Jepara
Fahruddin (45), Pemilik Chang Coffee bercerita bahwa sejak awal didirikan pada tahun 2018, Chang Coffe mengusung tema kembali ke alam. Ia ingin menghadirkan tempat ngopi yang alami, seperti halnya kopi yang berasal dari alam.
“Komitmen sejak awal mendirikan (Chang Coffee) memang kembali ke alam. Jadi, saya sendiri yang hobi mendaki gunung, ingin memberikan konsep yang benar-benar kopi, seperti tempo dulu,” katanya saat ditemui di sela-sela meracik kopi, Sabtu (26/10/2024).
Sementara nama Chang Coffee, terinspirasi dari nama bapaknya yang dipanggil ‘Paman Chang’. Nama tersebut sengaja ia pakai agar selalu teringat pada orang tuanya. Setelah ia mencari tahu, ‘Chang’ dalam bahasa thailand memiliki makna gajah.
Sifat dari gajah yang merupakan hewan idealis, menurutnya sesuai dengan konsep tempat ngopi yang ia bangun. Yaitu menyajikan kopi specialty yang memperhatikan kualitas dan menjaga cita rasa kopi.
“Chang ini nama panggilan bapak saya, sengaja saya pakai biar selalu mengingat orang tua. Setelah saya browsing ternyata artinya gajah. Gajah ini kan sifatnya idealis, seperti yang saya buat, kopi-kopi yang memang idealis, yang spesialty,” ungkapnya.
Kopi yang ia tawarkan juga sengaja menggunakan kopi lokal khas pegunungan Muria. Seperti Kopi Robusta dari daerah Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Kopi yang dijual, ia pesan langsung dari petani. Sebab ia ingin mendukung petani kopi, agar jalur distribusi dari hulu ke hilir bisa terus terkoneksi.
Varian kopi yang ia jual, yaitu Espresso, Americano, Cappucino, Latte, dan Moca. Selain itu juga ada kopi manual brew seperti, Aeropress, Japanese ice, Tubruk, Vietnam Drip dan V60.
“Kopi khasnya disini itu single origin arabica, yang paling populer itu ice japanese sama V60. Itu yang paling best seller,” katanya.
Baca Juga: Gonta-Ganti Jualan, Akhirnya Ali Mulai Temukan Kesuksesan di Crepes
Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp10-18 ribu. Selain itu juga ada menu non coffe, mulai dari Rp16-18 ribu. Dan snack pendamping seperti kebab, mix platter, singkong keju, sosis bakar, dan karamel.
Chang Coffee buka setiap hari, mulai pukul 11.00-23.00 WIB. Khusus untuk Minggu dan Senin, baru dibuka pukul 14.00 WIB.
Editor: Haikal Rosyada

