Bisnis Magot yang Menjanjikan, Sampai Nolak-Nolak Permintaan

BETANEWS.ID, KUDUS – Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Loram Kulon bisa kurangi sampah organik dengan cara budi daya magot. Selain bisa mengurangi sampah, belatung jenis lalat Black Soldier Fly itu juga bisa menghasilkan cuan.

Pengelola TPS3R Loram Kulon sub bagian magot, Ananda Yoga Saputra, menyampaikan, budi daya magot tersebut dapat mengurangi sampah organik 20-30 persen.

“Jadi untuk magot ini menjadi salah satu penanganan sampah yang ada di sini. Dengan adanya magot ini, sejumlah sampah organik, baik dari sayuran, buah-buahan, dan lain sebagainya, bisa menjadi pakan magot,” bebernya, Rabu (25/9/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Biasa Jadi Sampah dan Berceceran, Daun Bambu Ternyata Bisa Hasilkan Cuan, Kok Bisa?

Menurutnya, setiap pekan TPS3R Loram Kulon bisa menghasilkan satu kuintal magot. Namun, jumlah tersebut belum bisa mencukupi permintaan yang bisa mencapai dua kuintal sepekan.

“Kami sampai nolak-nolak permintaan magot. Karena permintaan setiap minggu harusnya dua kuintal, tapi saat ini hanya bisa memenuhi satu kuintal saja,” tutur warga Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu itu.

Baca juga: Mengenal Camlok, Tembakau Tingwe Asal Kudus yang Sudah Menasional

Ia menjelaskan, permintaan magot itu datang dari peternak maupun pembudidaya ikan dari berbagai daerah, seperti Jepara, Demak, dan Grobogan. Namun, secara masif permintaan dari tiga peternak di Kabupaten Kudus.

“Jadi selama dua bulan pengelolaan di sini, sudah bisa menghasilkan cuan yang cukup lumayan lah, mas. Untuk harga per kilogram magot, saya banderol dengan harga Rp8 ribu,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER