BETANEWS.ID, KUDUS – Tiga mantan narapidana terorisme atau eks napiter mengikuti upacara HUT ke-79 RI di Alun-Alun Kudus, Sabtu (17/8/2023). Keikutsertaan mereka dalam upacara tersebut adalah wujud kecintaan dan komitmen mereka kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Amir Mahmud, salah satu eks napiter menegaskan agar masyarakat dapat memilah dan menolak ajaran radikalisme agar nantinya tak tersesat.
Baca Juga: Serunya Lomba Agustusan di SMA 1 Bae Kudus
“Waktu itu saya mengikuti pengajian atau yang dikatakan kepada mereka adalah halakhoh yang di situ membicarakan kepada tentang kebenaran,” tuturnya.
Karena pemahaman agamanya yang belum mendalam, ia dengan mudah terjerumus ke dalam aktivitas yang bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya.
”Waktu itu kami mengadakan pelatihan askari (keprajuritan), persenjataan, hingga pelatihan merakit bom. Kalau melakukan pengeboman belum pernah. Untuk perakitannya dilaksanakan di daerah luar Jawa,” jelas Amir.
Amir yang merupakan warga asli Kudus tersebut menjelaskan setelah melewati proses introspeksi dan pendekatan dengan berbagai pihak, ia kini memahami bahwa ajaran Islam dan NKRI sama-sama menolak kekerasan.
Baca Juga: VR Journey Hadir di Kudus, Cukup Bayar Rp90 Ribu Bisa Ziarah ke Nabi
Dalam peringatan HUT ke-79 RI ini, Amir memberikan pesan kepada para pemuda dan seluruh masyarakat Kudus untuk selalu waspada terhadap ajaran kekerasan yang menyimpang. Ia menegaskan bahwa Islam tidak mengajarkan tindakan kekerasan, dan demikian pula dengan Negara Republik Indonesia yang menjunjung tinggi perdamaian dan keadilan.
”Negara Republik Indonesia pun melarang adanya kekerasan. Jadi, Indonesia dan agama Islam sama-sama melarang adanya kekerasan,” tutupnya.
Editor: Haikal Rosyada

