Inspektorat Kudus Bantah Jadi Penyebab Molornya Pekerjaan Infrastruktur

Selain itu, rehabilitasi Jalan Menawan-Gebog dengan anggaran Rp 3 miliar, Belanja modal instalasi air buangan domestik kurang lebih sebesar Rp 3,4 miliar, serta peningkatan Jalan Garung Lor-Getasrabi dengan anggaran kurang lebih sebesar Rp 2 miliar.

Untuk paket pekerjaan di RSUD Loekmono Hadi, paket pekerjaan antara lain renovasi gedung laboratorium dengan anggaran Rp 7,3 miliar, renovasi Gedung Rawat Inap Dahlia dengan anggaran Rp 3,7 miliar, dan renovasi gedung utama di lantai 1 (farmasi) dengan anggaran Rp 2,5 miliar.

Baca juga: Masan Tegaskan Temuan BPK Harusnya Tak Hambat Serapan APBD Kudus 2024

-Advertisement-

“Lalu ada di Bagian Umum itu, pengadaan parkir sepeda motor dengan anggaran kurang lebih Rp 2.2 miliar dan di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah itu ada pengerasan jalan di SIHT (Sentra Industri Hasil Tembakau),” rincinya.

Eko mengatakan, 10 paket pekerjaan yang jadi prioritas tersebut yang sudah berjalan adalah pekerjaan di RSUD Loekmono Hadi dan pekerjaan di Bagian Umum. Sementara pekerjaan di OPD lain ia tidak tahu sebabnya, kenapa belum jalan.

“Terkait penyebab belum berjalannya pekerjaan di Dinas PUPR dan SIHT saya tidak tahu. Termasuk pekerjaan infrastruktur lainnya,” imbuhnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER