BETANEWS.ID, JEPARA – 24 hari menjelang masa pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November mendatang, di Kabupaten Jepara belum terdapat Partai Politik (Parpol) yang mengeluarkan surat rekomendasi.
Meskipun koalisi besar yang terdiri dari tujuh Parpol yaitu Partai Demokrat, NasDem, PAN, PKS, Golkar, Gerindra, PDI-P sepakat mengusung Witiarso Utomo atau Wiwit sebagai bakal calon bupati.
Baca Juga: Bukan di DPC, Putusan Nama Ketua DPRD Jepara Langsung Diserahkan ke Pusat
Arizal Wahyu Hidayat, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Jepara sebagai salah satu parpol dalam koalisi tersebut mengatakan, untuk nama wakil bupati yang akan mendampingi Wiwit sampai saat ini memang masih didiskusikan.
Sebagai Ketua DPC, ia mengaku juga tidak bisa gegabah dalam memutuskan siapa yang nantinya akan diberi surat rekomendasi untuk maju di Pilkada mendatang.
“Partai Gerindra sudah fiks ke mas Wiwit begitu juga dengan enam partai lainnya dan kaitan dengan wakil memang sudah ada beberapa pembicaraan, akan tetapi saya selaku ketua partai tentu tidak bisa gegabah,” katanya melalui sambungan telepon, Jumat (2/8/2024).
Lebih lanjut ia mengatakan hal tersebut yang kemudian menjadi penyebab hingga saat ini DPC Gerindra Jepara belum memutuskan siapa yang akan diberi surat rekomendasi.
“Itu yang menyebabkan hari ini kita belum bisa merekom karena rekom harus berpasangan tetapi kalau calon bupati sudah fiks ke mas Wiwit,” ucapnya.
Namun secara prinsip, ia mengatakan bahwa dari DPC Partai Gerindra Jepara tetap akan berusaha untuk mengusung kader sendiri pada Pilkada Jepara mendatang. Adapun kader yang dimaksud yaitu Purwanto, Bendahara DPC Partai Gerindra sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) pada Februari kemarin.
“Secara prinsip kita tetap mengutamakan kader untuk maju di Pilkada Jepara mendatang,” tegasnya.
Baca Juga: PAD Jepara 2025 Ditarget Naik Rp89 Miliar Jadi Rp555 Miliar
Ia menjelaskan, bahwa keputusan surat rekom dari Partai Gerindra masih menunggu hasil keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Poinnya ada di PPP, kalau PPP masuk (ke koalisi tujuh parpol) akan membuat warna berubah. Kalau tidak juga akan merubah diskusi dari awal,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

