Update Uji Lab Sampel Makanan yang Diduga Picu Keracunan Massal Pekerja PT Sejin, Ini Hasilnya

BETANEWS.ID, PATI – Setelah sepekan, akhirnya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengungkap hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dalam kasus dugaan keracunan massal pekerja PT Sejin Fashion Indonesia. Terungkap bahwa, tidak ditemukan bakteri atau non-bakteriologis dalam sampel makanan yang diuji laboratorium.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Jawa Tengah, Irma Makiah mengatakan, saat ini hasil laboratoriumnya sudah keluar dan diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pati.

Baca Juga: Aksi Lorot Celana Saat Demo di Depan Kantor DMPTSP Pati Berujung Dilaporkan ke Polisi

-Advertisement-

“Dari hasil sampel makanan sementara ini penyebab non bakteriologis, makanya kami masih harus mendalami lebih lanjut. Kami tidak ingin berasumsi lebih dulu,” ujar Irma lewat sambungan telepon, Selasa (23/7/2024).

Irma menyebut, pihaknya masih harus mencocokkan hasil laboratorium dengan gejalanya terlebih dahulu. Terlebih jika melihat hasil reaksi karyawan PT Sejin yang mengalami dugaan keracunan yang begitu cepat. Yakni kurang dari satu jam telah merasakan mual.

“Kami sebelumnya mengecek beberapa bakteri penyebab keracunan makanan. Sudah kami cek di lab dan hasilnya negatif. Tapi itu dari sampel makanan yang dikirim. Oleh karena itu,kami butuh koordinasi dengan Dinkes Pati untuk menyelidiki penyebab pastinya,” imbuhnya.

Dirinya juga belum berani memastikan, kalau penyebab dugaan keracunan itu bukan berasal dari makanan. Rencananya tim dari Dinkes Jawa Tengah akan datang ke Pati untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Pastikan Tiada Praktik Perpeloncoan hingga Bullying ke Siswa Baru, Kadisdik Pati Pantau MPLS

Terkait kemungkinan adanya kontaminasi zat lain, Irma menjelaskan, dari sisi ilmiah, jika penyebab bakteri seperti makanan basi, maka responnya akan menunggu waktu agak lama, baru terasa seperti mual maupun mencret.

“Tapi ini agak cepat, jadi ada kemungkinan kontaminasi zat lain. Meski begitu kami belum bisa memastikan, harus dilakukan penyelidikan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER