BETANEWS.ID, JEPARA – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara telah memulangkan seluruh Jemaah haji reguler pada Sabtu-Senin (13-15/7/2024). Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, menyebut, dari 1.416 Jemaah Haji yang berangkat ke tanah suci, yang kembali ke Jepara hanya 1.410 orang.
Enam orang itu ada tiga Jemaah yang meninggal dan tiga lainnya saat sampai di Asrama Haji Donohuddan, Boyolali, kondisinya tidak memungkinkan, sehingga dipulangkan sebelum ke Tanah Suci.
“Tiga jemaah haji yang meninggal, dua orang meninggal di Makkah dan satu meninggal di Madinah,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Senin (15/7/2024).
Baca juga: Jemaah Haji: ‘Tak Ada Namanya Haji Mahal, Kalau Allah Memampukan Pasti Bisa’
Tiga jemaah yang meninggal tersebut yaitu Sutriman, warga Desa Gidangelo RT 06 RW 02, Kecamatan Welahan. Ia masuk dalam kelompok terbang (Kloter) 72. Ia meninggal dunia usai tawaf atau setelah mengelilingi Ka’bah selama tujuh kali.
Selanjutnya yaitu Musri bin Masenah, Warga Desa Bulungan RT 7 RW 1, Kecamatan Pakisaji. Ia meninggal dunia setelah mengalami penyakit demensia dan beberapa gejala penyakit lainnya.
Kemudian Musapah, warga RT 17/RW 5 Desa Sukosono, Kecamatan Kedung. Ia masuk dalam Kloter 73. Ia meninggal karena mengalami gagal ginjal.
“Tiga jemaah haji yang meninggal tersebut saat ini jenazahnya sudah dimakamkan di sana, sedangkan 1.410 jemaah lainnya sudah selamat sampai di Jepara,” katanya.
Baca juga: Isak Tangis Bahagia Warnai Kepulangan Jemaah Haji Asal Kudus
Selain 1.410 jemaah haji reguler, pada 2024 juga terdapat empat warga Jepara yang masuk dalam kloter sapu jagat atau kloter 100. Empat Jemaah Haji tersebut dijadwalkan akan kembali pulang ke Jepara pada Senin (22/7/2024).
Empat jemaah haji tersebut masuk kloter cadangan yang diberangkatkan bersama Jemaah dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.
“Untuk empat Jemaah haji Jepara yang masuk kloter sapu jagat nanti tidak ke Pendopo dulu, seperti yang reguler, tapi langsung kembali ke rumah masing-masing,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

