31 C
Kudus
Jumat, Juli 19, 2024

Soal KK Palsu di PPDB Pati, Ombudsman Jateng Minta Pihak yang Dirugikan Melapor

BETANEWS.ID, PATI – Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Tengah Siti Farida mendorong, kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh adanya dugaan maladministrasi atau penyimpangan dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), untuk menyampaikan laporan ke kanal-kanal yang tersedia, di antaranya ke Ombudsman.

“Ya untuk semua pihak yang dirugikan dan tahu adanya penyimpangan dalam PPDB, untuk melaporkan kanal-kanal yang tersedia. Untuk layanan di Ombudsman, bisa melalui WA center di 08119983737,” ujar Siti Farida, Kamis (11/7/2024).

Baca Juga: DPRD Pati Minta Dukcapil Usut Tuntas KK Palsu di PPDB SMAN 1 Pati

-Advertisement-

Kemudian terkait dengan PPDB di Pati yang terdapat temuan adanya penggunaan Kartu Keluarga (KK) palsu sebanyak 18, yakni di SMAN 1 Pati dan SMAN 1 Juwana, sampai saat ini, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait hal itu.

“Kalau yang di pati itu kan dari cabang dinas sudah melakukan tindak lanjut ya, dan kita juga mendapatkan informasi ada 18. Dan, itu kan ada tindak lanjutnya. Dan kalau memang sudah selesai, tentu menjadi ranah dari dinas pendidikan,” imbuhnya.

Namun katanya, kalau masyarakat menganggap hal itu masih menjadi persoalan, pihaknya mempersilakan untuk melaporkan ke Inspektorat atau ke Ombudsman.

Sejauh ini, terkait dengan PPDB di SMA maupun SMK di Pati, pihaknya belum memiliki informasi yang cukup, khususnya terkait dengan pemalsuan atau dugaan pemalsuan KK.

‘Mungkin kita tidak mengatakan pemalsuan ya, karena kita juga belum dapat datanya terkait dengan informasi masalah KK di Kabupaten Pati ini. Belum ada laporan resmi ke Ombudsman,” ucapnya.

Ia pun menyebut, kalau untuk PPDB, basis utamanya memang pada pengaduan atau laporan dari masyarakat. Sehingga, ketika Ombudsman melakukan atau mememberikan pendapat terkait dengan peristiwa, tidak bisa berandai-andai. Yakni, dari informasi yang hanya didengar saja.

“Makanya, kita berharapkan kalau memang ada persolan, silakan laporkan secara resmi ke posko PPDB,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, buntut adanya temuan belasan Kartu Keluarga (KK) palsu dalam PPDB di beberapa SMAN di Pati, DPRD Pati memanggil beberapa pihak terkait pada Rabu (10/7/2024). Di antaranya dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah, SMAN 1 Pati dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pati.

Ketua DPRD Pati Ali Badrudin mengatakan, terkait dengan temuan KK sebanyak 18 yang terbukti tidak sesuai, maka pihakya meminta kepada Cabang Dinas Wilayah III Jateng, untuk menyetorkan semua data siswa yang diterima di SMA maupun SMK Negeri di Pati.

“Takutnya tidak hanya 18 itu tadi, ada yang lebih di seluruh Kabupaten Pati. Itu hanya yang ditemukan di SMA 1 Pati dan SMA 1 Juwana. Makanya tadi saya minta data keseluruhan siswa yang diterima di SMA maupun SMK Negeri di Pati,” ujar Ali.

Data dari Cabdin Wilayah III Provinsi Jawa Tengah ini, nantinya akan digunakan oleh dewan untuk dicek atau diverifikasi melalui Dinas Dukcapil Pati.

“Nanti kita minta data NIK, Nama, melalui jalur apa. Biar clear, biar tidak ada titip-titipan. Saya yakin lah, semoga tidak ada titip-titipan,” imbuhnya.

Melaui pengecekan atau verifikasi itu, nantinya diharapkan semuanya terbuka. Sehingga, tidak ada lagi kasus serupa ke depannya. Sebab, kalau hal itu dibiarkan, maka banyak masyarakat yang akan dirugikan.

Hasil dari pengecekan itu nantinya, pihaknya akan melaporkan kepada Gubernur Jawa Tengah dan juga penegak hukum untuk menindaklanjutinya.

Pada kesempatan itu, Ali meminta, paling lambat data terkait siswa baru yang diterima di SMA dan SMK Negeri di Pati, diterima Komisi D DPRD Pati pada Jumat (22/7/2024) mendatang.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat gabungan DPRD Pati itu, Ali juga sempat mempertanyakan perihal temuan 18 KK palsu yang digunakan dalam PPDB.

Perwakilan Cabdin Wilayah III Jateng menimpali, bahwa temuan itu bermula dari adanya aduan dari orang tua siswa. Yakni diduga ada penggunaan KK palsu dalam PPDB, yakni di SMAN 1 Pati dan SMAN 1 Juwana.

Baca Juga: Minta Data Siswa Dicek, DPRD Pati Takutkan Ada Lebih 18 KK Palsu di PPDB SMA/SMK Negeri

Sementara itu, Plt Kepala Disdukcapil Pati Edy Sutikno mengaku siap untuk melakukan verifikasi keseluruhan KK dari calon peserta didik (CPD), jika ada perintah.

“Ya kalau ada perintah ya siap. Sementara memang yang sudah itu 18, karena itu yang diajukan ke kami dari Cabdin,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER