BETANEWS.ID, PATI – Seorang remaja putri yang merupakan salah satu peserta karnaval Haul Syeh Kholifah Desa Ngepungrojo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh sekelompok pemuda. Pihak korban dan panitia acara pun melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.
“Kami dari panitia melaporkan kepada pihak berwajib di Polresta Pati agar ditindaklanjuti karena itu melanggar perbuatan tidak menyenangkan dan juga pihak perempuan yang ditarik itu merasa harga dirinya direndahkan,” ujar Suyono, Ketua Panitia Karnaval, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga: Warga Pati Pemalsu Merek Cardinal Divonis Hukuman 1 Tahun 10 Bulan Penjara
Suryono menceritakan dugaan pelecehan itu, bermula saat adanya karnaval keliling desa pada Minggu (21/7/2024) lalu. Awalnya, kata dia karnval yang diikuti masyarakat berjalan lancar dan tertib.
Namun sesampai di jalan wilayah Dukuh Ngepungtempel ada sekelompok pemuda bukan peserta karnaval yang diduga tengah minum minuman keras. Mereka berasal dari beberapa desa sekitar.
Dijelaskankannya, insiden bermula saat salah satu peserta karnaval perempuan berusia 21 tahun ditarik oleh seorang pemuda. Pemuda itu mencoba menarik dengan paksa salah satu peserta untuk dibawa ke kelompoknya pada saat sedang minum minuman keras.
“Peserta dancer perempuan itu ditarik dengan paksa oleh salah satu pemuda sampai ke seberang jalan mau didudukkan di kelompok yang sedang minum -minuman keras,” ungkapnya.
Sontak perempuan tersebut melakukan perlawan. Di sisi lain, peserta lainnya menarik perempuan tersebut kembali ke barisan karnaval. Saat itulah, disebutnya terjadi keributan antara kelompok pemuda dengan peserta karnaval.
“Di situlah sekelompok pemuda menantang dan membuat provokasi peserta akhirnya terjadi keributan. Kebetulan ada pemuda yang mabuk terperosok saluran air di situ,” imbuhnya.
Singkatnya, keributan diredakan oleh petugas keamanan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di lokasi. Namun peserta perempuan tersebut diduga mengalami pelecehan tindakan asusila oleh sekelompok pemuda yang tengah mabuk di pinggir jalan rute perlintasan karnaval.
“Karena terjadi dugaan pelecehan dengan cara ditarik tangan dengan paksa karena adanya perlawanan sehingga dirangkul akhirnya mengenai area sensitif bagi perempuan, sehingga harga diri perempuan yang ditarik dirangkul oleh salah satu pemuda yang minum minuman keras merasa direndahkan dan berakibat pada mental perempuan itu sendiri salah satu peserta karnaval,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia Acara Haul, Suyanto. Ia menyayangkan adanya sekelompok pemuda yang tidak bertanggung jawab mengkonsumsi miras. Dia telah mengimbau kepada peserta karnval agar tidak membawa miras. Para peserta karnaval pun tidak ada yang membawa miras. Panitia pun melakukan razia dan memberikan surat edaran larangan membawa miras.
“Justru penonton dari luar yang mengkonsumsi miras di tepi jalan sambil menonton jalannya karnaval itu yang sangat kami sesalkan sehingga terjadi insiden tersebut,” jelasnya.
Baca Juga: Ditemukan Membusuk di Kamar Kos, Pria Pati Ini Diperkirakan Sudah Meninggal 3 Hari
Menurutnya, setelah acara petugas keamanan melakukan penyisiran di lokasi keributan. Benar saja ditemukan dua botol miras. Suyanto berharap, agar kasus tersebut ditindaklanjuti oleh petugas kepolisian yang telah dilaporkan pada Kamis (25/7/2024) kemarin.
“Jadi setelah kejadian menyisir lokasi ditemukan dua botol miras bekas di selokan sekarang disimpan untuk barang bukti,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

