BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menggandeng Swedfund untuk mengolah sampah menjadi energi terbarukan. Kota Kretek ditunjuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Swedia pada Agustus 2023 lalu.
Program ini mencakup penyusunan studi kelayakan penanganan sampah berkelanjutan melalui model waste to energy, yang akan disusun oleh konsultan yang ditunjuk Swedfund. Dalam menyusun Kerangka Acuan Kerja untuk seleksi calon penyedia jasa konsultasi itu, Swedfund dan Kementerian PUPR berkunjung ke Kudus, Senin (29/7/2024).
Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie, menjelaskan, kerja sama ini sebagai upaya pencarian solusi untuk pengelolaan sampah, penerangan jalan umum, dan air. Harapannya, dapat menghasilkan perencanaan komprehensif serta melibatkan masyarakat secara lebih luas.
Baca juga: Sebut Pemkab Kudus Tak Becus Urus Sampah, Masan Usul Dikelola Pihak Ketiga
“Saya berharap ada berbagi pengalaman yang baik dari Swedfund dan Kementerian PUPR sehingga pilihan-pilihan teknologi serta bagaimana cara pengelolaan sampah yang akan dilakukan di Kudus bisa efektif dan tepat sasaran,” jelas pria yang juga menjabat Kepala BKHM Kemendikbudristek itu.
Penasihat Teknis Swedfudn, Karin Eberle, menyatakan antusiasmenya terhadap proyek ini. Dengan berdasar pengalaman sebelumnya pada pengelolaan limbah di Rwanda dan Georgia, Swedfund menilai hal ini sebagai langkah penting menuju Solusi tepat untuk pengelolaan sampah di Kudus yang berkelanjutan.
Sebagai informasi, perjanjian kerja sama antara Direktorat Sanitasi Kementerian PUPR, Swedfund, Pemerintah Kabupaten Kudus dan konsultan pelaksana, akan dilakukan setelah pemilihan konsultan.
Kerja sama ini diharapkan dalam mengurasi tantangan pengelolaan sampah di Kudus menjadi peluang untuk pengembangan energi terbarukan. Demikian juga bisa mengeksplorasi kemungkinan untuk mengedukasi Masyarakat secara luas dalam edukasi pengelolaan sampah sekaligus menyiapkan tata kelola manajemen pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan.
Editor: Ahmad Muhlisin

