Kunker OPD Kudus ke Malang Jadi Sorotan, Masan Pertanyakan Asal Sumber Dana

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melakukan  kunjungan kerja (kunker) ke Malang, Jawa Timur. Kunker yang digagas Dinas Perdagangan tersebut disinyalir untuk pengkondisian pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).

Hal tersebut pun mendapatkan sorotan dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Masan. Mengingat, anggaran di Dinas Perdagangan Kudus tahun 2024 tak ada untuk kunker ke Malang.

“Kunkernya ke Malang itu, ya? di digit anggaran Dinas Perdagangan tahun ini tak ada anggaran untuk kunker ke Malang,” ujar Masan kepada Betanews.id saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/7/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Pemkab Kudus Digoyang Isu Pengkondisian Pengisian Jabatan Kepala Dinas

Ketika tak menggunakan anggaran daerah, tutur Masan, tentu jadi pertanyaan dari mana sumber dana untuk melakukan kunjungan kerja tersebut. Disinggung kemungkinan kunker tersebut menggunakan dana pribadi, Masan menuturkan, memang tak ada aturan terkait penggunaan pribadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Penggunaan pribadi, kan, memang tidak diatur. Kalau tidak diatur berarti diawur,” tandasnya.

Masan juga mempertanyakan korelasi beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut dalam kunker tersebut. Menurutnya, ketika kunker untuk mengadopsi pengelolaan pasar dan Malang Creative Center, kenapa OPD yang tak ada korelasinya ikut kunjungan?

Di antaranya yang ikut kunker selain Plt Dinas Perdagangan adalah Sekda Kudus, Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Disnakerperinkop dan UKM, Camat Dawe, dan beberapa camat lainnya meski tak semuanya.

“Korelasinya apa beberapa OPD ikut kunker. Kita juga pertanyakan korelasi beberapa camat yang ikut kunker tersebut. Apakah akan membangun pasar di setiap kecamatan atau bagaimana?” tanya Masan.

Baca juga: 15 Pelamar Kepala Dinas di Pemkab Kudus Lolos Administrasi, Ini Daftarnya

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Andi Imam Santosa belum bersedia memberikan keterangan terkait kunker di Malang. Ia beralasan masih sibuk, dan berjanji akan memberikan konfirmasi esok hari.

“Bukannya tidak mau, tapi ini saya lagi posisi ketemu orang untuk membahas pekerjaan yang paling urgent,” kata Andi melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Penjabat (Pj)  Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie menegaskan, kunker tersebut tak ada kaitannya dengan pengisian kepala dinas. Kegiatan tersebut murni kunjungan kerja.

“Tidak ada urusan. Ke Malang kunjungan kerja, karena di sana ada Pasar Oro-Oro Dowo yang jadi percontohan nasional,” ujar Hasan usai pemberian BLT di Brak Djarum Tanjung Karang, Rabu (17/7/2024).

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER