31 C
Kudus
Sabtu, Juli 20, 2024

Dukcapil Pati Siap Buka-Bukaan Soal Dugaan KK Palsu di PPDB SMAN 1 Pati

BETANEWS.ID, PATI – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 1 Pati dibayangi dugaan penggunaan kartu keluarga (KK) palsu untuk masuk jalur zonasi. Kasus ini dibongkar salah satu orang tua calon siswa yang merasa dirugikan karena ada beberapa siswa yang tergeser.

Menanggapi persoalan tersebut, Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pati, Edy Sutikno, menegaskan siap buka-bukaan data penduduk.

“Itu harus dicek kebenarannya. Jadi manipulasinya seperti apa? Nanti kita bisa cek di sistem. Sekarang itu, kan, namanya SIAK (sistem informasi administrasi kependudukan), itu terpusat di Dirjen Dukcapil. Itu nanti tanda tangannya sudah pakai barcode dan secara sistem tidak bisa dimanipulasi,” ujar Edy Sutikno di kantornya, Rabu (3/7/2024).

-Advertisement-

Baca juga: SMAN 1 Pati Terancam Dilaporkan ke Polda Jateng Terkait Dugaan Jual Beli Kursi PPDB

Ia menyebut, kalau KK bisa dikirim dalam bentuk PDF, sehingga ada kemungkinan bisa diedit oleh siapapun. Makanya, jika ada rumor terkait KK palsu, pihaknya merpersilakan kalau ada yang mau melaporkan.

“Makanya harus kita telusuri, jangan kemudian menyalahkan pihak-pihak tertentu. Monggo yang mau melaporkan, kalau ada bukti silakan. Nanti kita telusuri bareng-bareng, bisa disaksikan nanti, monggo,” imbuhnya.

“Ya kita buktikan, karena kan semuanya ada aturan main, ya. Dalam arti untuk KK itu, kan, jelas. Di sistem itu sekali lagi tidak bisa diubah, tapi kalau sudah kami kirim dalam bentuk PDF, ya nanti kemudian ada indikasi, katanya ada pemalsuan atau apa? Itu kan sangat mudah diedit. Siapa yang mengedit itu yang harus kita telusuri bareng-bareng,” tambah Edy.

Pihaknya juga tak mau disalahkan soal dugaan pemalsuan KK ini. Mengingat, perubahan KK itu bisa dilakukan jika ada permohonan perubahan, misalkan pindah alamat secara resmi.

Baca juga: Ortu Calon Siswa Beberkan Dugaan Praktik Pemalsuan KK untuk Masuk SMAN 1 Pati

“Secara sistem, ya, pindahnya di tanggal itu. Tidak kemudian bisa dimundurkan ke belakang sekian, enggak bisa. Jadi apa yang di sistem itu, kan, ada jejak digital, ya,” katanya.

Menurutnya,  jika pelapor ingin membuka data, dirinya mempersilakan untuk datang saja. Bisa jadi dari cabang dinas juga bisa mengolah sama-sama supaya nantinya clear. Ia pun mengimbau dan memberikan saran aga orang tua atau wali murid, supaya tidak bermain-main terhadap data.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER