BETANEWS.ID, KUDUS – Ajeng Diah Rosita (21), tampak telaten membuat aksesoris dengan berbagai bahan yang ada di depannya. Satu demi satu manik-manik itu ia rangkai hingga sesuai dengan desain yang ia inginkan.
Mahasiswa semester 6 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muria Kudus (UMK) itu memang terkenal menjual aksesoris yang sedang digandrungi anak muda. Menurutnya, produk-produk aksesoris Goose_Roseeta terinspirasi oleh gaya Gen Z. Dengan desain yang unik dan trendi, menjadikan produknya kini tak pernah sepi pesanan.
“Kebanyakan yang pesan, ya, mahasiswa. Remaja juga banyak. Selain itu, saya juga menitipkan produk di sejumlah SD,” ungkapnya saat ditemui di UMK, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Bisnis Aksesoris yang Menjanjikan, Sugeng Bisa Raup Omzet hingga Rp100 Juta Sebulan
Wanita yang akrab disapa Ajeng itu menyediakan aksesoris gelang, strap phone, cincin, dan kalung. Dalam proses pembuatan, Ajeng mengaku menggunakan beragam manik-manik, yaitu ada manik kecil, manik toping, manik pasir, bulat, dan kristal.
“Untuk pembelian bahan-bahan ini, saya beli secara online. Dengan modal awal sekitar Rp150.000. Itu untuk membeli senar, kodokan, pengait, dan juga manik-manik,” jelas Ajeng.
Ajeng mempromosikan produknya melalui media online, di antaranya WhatsApp dan Instagram dengan nama pengguna @Goose_roseeta, dan Tiktok dengan nama pengguna @manik.me1.
Ajeng menambahkan, produknya itu dijual mulai harga Rp8.000 untuk variasi manik biasa. Sedangkan untuk yang panjang dan beragam manik-manik dijual dengan harga Rp20.000.
“Dalam sepekan paling ada sekitar 10 pesanan. Omzetnya, ya, baru ratusan ribu,” ucapnya sambil tersenyum.
Baca juga: Aksesoris Cantik di Maskthetic Jewelries Ini Harganya Murah Banget, Mulai Rp1.500 Aja
Warga asli Pati itu juga bercerita, munculnya ide usaha tersebut dari kegemarannya dengan manik-manik. Ajeng mengaku, awalnya iseng membeli satu set kotak manik-manik. Kemudian ia tanpa sadar membuat gelang terlalu banyak.
“Dari situ saya mencoba untuk mengembangkan ide bagaimana caranya agar manik-manik ini tidak sia sia. Akhirnya saya menjual lewat media sosial. Untuk desain awal saya mencari referensi di Tiktok dan Pinterest, setelah itu saya kembangkan dengan ide sendiri,” tambahnya.
Penulis: Fauzul Amalia, Mahasiswa Magang UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

