31 C
Kudus
Sabtu, Juli 13, 2024

Forum Kalen dan Beta Media Telisik Persoalan Krisis Air dan Sanitasi di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Pakar Lingkungan, Edy Triyanto, membeberkan pentingnya pengelolaan air bersih dan sanitasi untuk kesehatan masyarakat. Saking vitalnya, pemerintah sampai mengeluarkan beberapa peraturan presiden terkait dua hal tersebut, terutama dalam konteks stunting.

“Kalau bicara tentang air bersih, agak sulit berdiri sendiri tanpa dikaitkan dengan sanitasi. Dalam 2-3 tahun terakhir, isu ini menjadi sangat penting bagi pemerintah kita,” jelasnya dalam diskusi bertajuk “Krisis Air Bersih – Pelibatan Negara dan Masyarakat dalam Pengelolaan Air di Kabupaten Kudus” oleh Forum Kamis Legen (Kalen) di Kantor Beta Media, Sabtu (22/6/2024).

Diskusi bertajuk “Krisis Air Bersih – Pelibatan Negara dan Masyarakat dalam Pengelolaan Air di Kabupaten Kudus” oleh Forum Kamis Legen (Kalen) di Kantor Beta Media, Sabtu (22/6/2024). Foto: Ahmad Rosyidi

Menurutnya, pemerintah sebenarnya sudah menyadari keterkaitan antara stunting dengan akses air minum dan sanitasi. Hal itu dibuktikan dengan keluarnya perpres tentang stunting yang menekankan peningkatan akses air minum dan sanitasi bagi warga.

-Advertisement-

Baca juga: Pemkab Kudus Gandeng USAID dan Djarum Foundation untuk Atasi Persoalan Air Minum dan Sanitasi

“Air minum dan sanitasi menjadi hal yang paling seksi oleh pemerintah kita. Pemerintah mewakili negara, dan ada banyak regulasi yang dikeluarkan, seperti perpres stunting dan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menekankan air minum yang layak dan aman,” bebernya dalam diskusi yang dihadiri berbagai kalangan masyarakat itu.

Edy menekankan, tanggung jawab moral dan pengalaman menunjukkan bahwa air bersih dan sanitasi harus dikelola secara terpadu. Ia juga menjelaskan bahwa indikator kemiskinan yang ditetapkan pemerintah belum sepenuhnya mencakup akses air minum dan sanitasi yang layak.

“Air minum dan sanitasi merupakan kewajiban pemerintah daerah untuk memberikan layanannya. Tapi di Indonesia, kita masih kesulitan dalam hal ini,” tegas Edy.

Paparan Edy itu memantik diskusi yang menarik. Hasilnya, para peserta menggagas sebuah komite untuk mendorong terpenuhinya air bersih dan sanitasi di Kudus bahkan Jawa Tengah. Gerakan awalnya adalah melakukan kampanye melalui pemberitaan, serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sanitasi.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Air Minum dan Sanitasi Aman, Pemprov Jateng Gandeng USAID

Perwakilan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus juga sepakat ikut berperan aktif dalam membangun mata air. Karena menurut meraka, dari 17 mata air di Kudus saat ini tinggal tiga yang masih aktif.

Tak hanya itu, Kepala Desa Berugenjang, Kiswo, juga sangat antusias akan gerakan itu. Dirinya siap memfasilitasi dengan mempertemukan kepala desa se Undaan Kudus untuk ikut serta menyukseskan gerakan tersebut.

“Kalau di Undaan jelas perlu. Kami kepala desa sebenarnya sudah merasakan kegelisahan akan hal ini. Namun, untuk teknis kami memang butuh bimbingan,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

1 KOMENTAR

  1. ayo kita bangun model pembangunan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat kolaborasi seluru pelaku pembangunan diinisiasi oleh Berugenjang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER