Meski Untung Banyak, Petani Tidak Mau Harga Bawang Merah Terus Melonjak

BETANEWS.ID, PATI – Sejak pertengahan Ramadan lalu, harga bawang merah di tingkat petani mengalami lonjakan. Hingga kini, harga komoditas bawang merah itu masih bertahan tinggi.

Di tingkat petani, harga mencapai kisaran Rp38 ribu per kilogram untuk jenis bawang merah super. Sedangkan untuk yang kualitas sedang sekitar Rp25 ribu dan kulaitas bawahnya lagi Rp20 ribu.

Dengan kondisi seperti ini, menurutnya, petani memang senang karena dengan harga tinggi bisa mendapatkan keuntungan lebih. Meski begitu, petani berharap harga bawang merah tidak terus merangkak naik.

-Advertisement-

Baca juga: Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Pati Capai Rp38 Ribu Sekilo

“Bagi saya sebagai petani senang, lah. Tapi kasihan juga sama konsumen. Jangan terlalu berambisilah. Jadi, ya, jangan sampai terlalu tinggi harganya,” ujar Karyanto, salah satu petani bawang merah asal Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Jumat (3/5/2024).

Dirinya memprediksi, harga bawang merah masih tinggi hingga pertengahan tahun ini. Sebab, saat ini sentra-sentra bawang merah belum panen raya.

Terkait dengan penyebab harga bawang merah yang saat ini melonjak, menurutnya ada beberapa faktor, salah satunya faktor alam.

Baca juga: Petani di Pati Bakal Miliki Payung Hukum Terkait Perlindungan dan Pemberdayaan

“Harga bawang merah ini tinggi karena faktor alam. Curah hujan tinggi, hingga menyebabkan banjir di mana-mana, sehingga menyebabkan bawang merah agak langka,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa sentra bawang merah seperti Nganjuk, Demak, untuk saat ini belum panen raya. Untuk sementara, yang sudah panen raya berada di Enrekang dan Bima.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER