BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pembeli terlihat sedang memilih semangka di Lapak Embun Jawa Kudus, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, tepatnya sebelah Barat Pasar Brayung. Setelah memastikan dapat buah terbaik, mereka lantas memanggil seorang wanita untuk membayarnya.
Lapak milik Aliffia (36) itu memang tak pernah sepi pembeli. Bahkan, dirinya bisa menjual berkuintal-kuintal semangka tiap hari. Apalagi, tempatnya itu tak pernah kehabisan stok karena sudah punya pemasok.
“Alhamdulillah kadang sehari bisa satu sampai dua kuintal terjual eceran. Kalau grosir bisa lebih. Memang yang paling banyak, ya, karena dijual grosir juga. Kalau jual eceran saja sedikit untungnya,” jelasnya, Rabu (01/05/2024).
Baca juga: Bermodal Coba-Coba, Agus Temukan Resep Es Cokelat yang Memikat Anak-Anak
Tak hanya mengandalkan buah semangka dari daerah sekitar, dirinya juga biasanya membeli buah semangka dari berbagai daerah, misalnya Lampung.
“Jualannya setiap hari, alhamdulillah nggak musiman. Misal di sini nggak ada yang panen cari dari luar-luar kota kayak Blora, Pati, bahkan bisa sampai luar pulau Jawa,” tutur Aliffia.
Mengenai perbedaan kualitas rasa, Aliffia mengatakan tidak ada perbedaan yang signifikan. Hanya saja, menurutnya, buah semangka yang berasal dari lokalan seperti Pati rasanya cenderung lebih manis.
Baca juga: Mencicipi Nasi Bali dengan Cita Rasa Otentik di Wergu Wetan, Harganya Cuma Rp15 Ribu
“Buah semangka yang dari luar pulau gitu biasanya saya beli yang tanpa biji tapi rasanya memang nggak semanis semangka dari Pati atau Blora. Tapi, malah pelanggan sukanya yang itu paling segar gitu aja tapi nggak terlalu manis,” ungkapnya.
Untuk harga, Aliffia menjualnya Rp10 ribu untuk buah semangka merah tanpa biji. Sedangkan buah semangka inul harganya Rp8 ribu per kilogram.
“Biasanya saya kulakan seminggu sekali. Ambil semangka sekitar enam hingga tujuh ton atau satu truk,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

