Jalan Juwana-Jetak Direncanakan Diperbaiki Pekan Depan

BETANEWS.ID, PATI – Jalan Juwana-Jetak, tepatnya di kawasan Desa Dukutalit, Bakaran Wetan dan Bakaran Kulon mengalami rusak parah. Di sejumlah titik, banyak jalan berlubang hingga membahayakan pengendara jalan. Bahkan, di berbagai titik diberi penghalang berbagai macam benda, mulai dari pot bunga, kayu, pohon pisang, karung, hingga batu ukuran besar.

Menanggapi kondisi jalan rusak tersebut, Plt Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati, Hasto Utomo, mengatakan, Jalan Juwana-Jetak akan segera diperbaiki, khususnya yang berada di Desa Bakaran Kulon hingga Dukutalit Juwana.

“Jalan Juwana-Jetak tahun 2024 ini dianggarkan Rp1 miliar saja melalui APBD Pati. Selasa kemarin baru saja kontrak,” ujarnya melalui WhatsApp, Rabu (24/4/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Geram Tak Kunjung Ada Perbaikan, Giliran Jalan Juwana-Jetak Diblokade Warga

Perbaikan jalan tersebut akan dilaksanakan pada pekan depan. Adapun jalan yang diperbaiki sepanjang 500 meter dengan memakai aspal hotmix.

“Minggu depan rencana pelaksanaan. Kebutuhan sebenarnya kurang lebih Rp7 miliar dan diusulkan di bantuan Provinsi Jateng, mengingat keterbatasan anggaran kabupaten, tapi tidak acc (accoord -disetujui-),” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, gegara jalan di lokasi tersebut rusak parah, warga melakukan blokade Jalan Juwana-Jetak. Penyebabnya, jalan rusak parah itu tak kunjung ada perbaikan.

Pemandangan seperti ini mulai terlihat dari jalan di kawasan Dukutalit, Bakaran Wetan dan Bakaran Kulon. Sejumlah pengendara roda empat maupun roda dua tampak harus memelankan kendaraannya ketika melintasi jalan rusak tersebut.

Menurut Kukuh, salah satu warga menyebut, Jalan Juwana-Jetak yang mengalami kerusakan sekitar 4 kilometer. Setidaknya, sudah dua tahun jalan tersebut mengalami kerusakan dan belum ada perbaikan.

Baca juga: Rencana Pembangunan Jalan Tol di Pati Belum Ada Perkembangan, Begini Kata Pj Bupati

“Wah, kalau ada perbaikan sudah lama sekali, kalau tambal sulam ada. Tapi selama dua tahun ini tidak ada perhatian. Jadi sebagai masyarakat akar rumput ini terlalu sedih. Sedih,” ungkapnya.

Ia menyebut, pemberian sejumlah benda di tengah jalan rusak itu dilakukan warga mulai hari ini. Hal ini karena warga sudah geram terkait dengan jalan rusak tersebut. Apalagi pemerintah atau pihak terkait tidak ada perhatian terhadap kerusakan jalan di lokasi tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER