31 C
Kudus
Kamis, Mei 23, 2024

Bobroknya Pengelolaan Sampah di Kudus, Tak Siap Antisipasi Lonjakan Sampah Lebaran

BETANEWS.ID, KUDUS – Pengelolaan sampah masih jadi masalah serius di Kabupaten Kudus. Bahkan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo saat ini sudah overload danpunya berbagai persoalan.

Kondisi ini banyak dikeluhkan warga. Apalagi, sempat beredar di media sosial sebuah video antrean kendaraan pengangkut sampah yang tak bisa masuk TPA Tanjungrejo.

Usai meninjau TPA Tanjungrejo, Senin (22/4/2024), Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie menyebut, selama lebaran ada peningkatan volume sampah yang dibuang ke TPA, sementara alat berat untuk penataan sampah rusak.

-Advertisement-

“Akibatnya, terjadi penumpukan sampah dan tak dapat ditata. Apalagi, sampah-sampah selama lebaran yang dibuang ke TPA kemarin itu belum terpilah,” ujar Hasan.

Baca juga: Tarif Parkir di Kudus Akan Naik Mulai April atau Mei, Ini Daftar Tarifnya

Oleh karena itu, Hasan pun mengintruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menerjunkan eskavator ke TPA. Eskavator tersebut untuk penataan sampah, agar kendaraan pengangkut sampah bisa masuk.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas PUPR Kudus, Arif Budi Siswanto langsung menindaklanjuti intruksi Pj Bupati Kudus. Pihaknya akan segera menerjunkan eskavator ke TPA Tanjungrejo.

“Hari ini juga kita terjunkan satu unit eskavator beserta operatornya, agar penataan sampah di TPA Tanjungrejo Kudus kembali normal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hijau (PKPLH) Kudus, Abdul Halil, mengatakan, penumpukan sampah sudah terjadi sejak sebelum Ramadan. Hal itu dikarenakan alat berat yang digunakan untuk penataan sampah rusak.

“Di TPA Tanjungrejo ini ada dua alat berat, yakni eskavator dan buldoser. Tapi semuanya sudah tua, sehingga sering rusak,” ujar Halil.

Baca juga: Agar Tak Jadi Tempat Mesum, Taman Balai Jagong Akan Dipasang 4 Lampu High Mast

Padahal, lanjutnya, ketika alat berat yang sudah usang itu rusak butuh waktu cukup lama untuk perbaikan. Sementara pembuangan sampah tak bisa menunggu, sehingga mengakibatkan penumpukan sampah.

“Untuk manajemen pengelolaan sampah di TPA Tanjungrejo menggunakan cara control and feel. Sampah ditata atau diratakan kemudian diuruk tanah setebal 20 sentimeter. Tapi, ketika alat berat rusak, kami nggak bisa melakukan penataan tersebut. Akibatnya, sampah yang dibuang pun menumpuk,” bebernya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER