Halil mengakui, adanya lonjakan volume sampah selama lebaran. Menurutnya, biasanya sampah di Kudus yang dibuang ke TPA Tanjungrejo kurang lebih 130 ton per hari. Selama lebaran meningkat sekira 20 ton per harinya.
“Selama lebaran volume sampah di Kudus memang meningkat. Dari yang biasanya 130 ton, meningkat jadi 150 ton per hari yang dibuang ke TPA Tanjungrejo,” imbuhnya.
Baca juga: Jabatan Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus Kembali ‘Digoyang’, Ini Sebabnya
Halil, mengatakan, bahwa penanganan sampah di TPA yang dibutuhkan saat ini adalah mesin atau alat berat. Menurutnya, percuma ada perluasan lahan apabila tak ada alat berat untuk penataan sampah.
“Yang dibutuhkan untuk penanganan sampah di Kudus saat ini adalah alat berat. Satu eskavator dan satu buldoser baru. Ketika ada mesin tersebut, saya jamin keadaan akan kembali normal seperti semula,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

