31 C
Kudus
Rabu, April 24, 2024

Lima Desa di Kecamatan Jati Kudus Terendam Banjir, 6.510 Warga Terdampak

BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Kabupaten Kudus, hampir sepekan, mulai Sabtu (9/3/2024) hingga sekarang. Dengan kondisi tersebut, lima desa di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus terendam banjir. Ribuan warga terdampak akibat genangan air yang menggenangi sejumlah titik.

Camat Jati, Fiza Akbar mengatakan, di Kecamatan Jati terdapat lima desa yang terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi. Lima desa yang dimaksud meliputi, Desa Jati Wetan, Jati Kulon, Jetis Kapuan, Pasuruan Lor, dan Tanjungkarang.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Desa Setrokalangan Kudus Banjir

“Kalau yang terdampak banjir ada ribuan warga. Di Desa Pasuruan Lor 1.105 jiwa, Jati Kulon 305 jiwa, Jati Wetan 2.300-an jiwa, Jetis Kapuan 1.800-an jiwa, dan Tanjungkarang 1.000 jiwa,” beber Fiza saat ditemui usai meninjau lokasi pengungsian di aula Balai Desa Jati Wetan, Kamis (14/3/2024).

Pihaknya mendata, sesuai data per pukul 12.00 WIB, ada sebanyak 20 jiwa atau sekitar 6 kartu keluarga (KK) mulai mengungsi di aula Balai Desa Jati Wetan. Mengingat kondisi hujan yang tak kunjung reda, pihaknya masih melakukan pantauan dan evakuasi warga terdampak untuk diungsikan.

“Saat ini masih kita pantau karena ini masih proses evakuasi dan pendataan ulang terhadap warga terdampak banjir. Sejauh ini yang paling parah di Desa Jati Wetan dan Jetis Kapuan,” ungkapnya.

Fiza menuturkan, ketinggian air di sejumlah titik beberapa desa tersebut cukup beragam. Mulai dengan ketinggian antara 30-60 sentimeter. Dua desa yang paling parah itu dengan letak geografis yang berada di bawah dan membetuk cekungan. Sehingga tak hanya disebabkan dari hujan, tapi kiriman dari hulu.

Sementara, salah satu warga yakni Siti Jamaah mengaku, datang mengungsi ke Balai Desa Jati Wetan sejak pukul 10.00 WIB. Hal itu dilakukan karena kondisi rumahnya sudah tergenang air dengan ketinggian sekitar satu meter.

“Air mulai masuk rumah sejak hari Selasa (12/3/2024) sekitar jam 3 pagi. Karena sering hujan, airnya semakin bertambah. Kini kondisi rumah dengan ketinggian air sepinggang orang dewasa. Tadi kesini satu keluarga, karena mempunyai dua balita yang tak memungkinkan tinggal di rumah,” ujar warga Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati.

Baca Juga: Tanggul Sungai Piji dan Dawe Jebol, Mejobo Kudus Dikepung Banjir

Melihat curah hujan yang tinggi dan kondisi rumah yang pendek, kata Siti, sudah melakukan persiapan dengan menyimpan barang berharga sedari awal. Sebab, dia tahu di daerahnya menjadi langganan banjir setiap kali di musim penghujan. Hal itu juga untuk meminimalisir terjadinya kerugian yang dialami.

“Sebelum air naik sudah menyimpan barang berharga, sudah siap-siap, soalnya kan sudah terbiasa. Jadi ya menyelamatkan barang, karena rumah kondisinya pendek,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER