BETANEWS.ID, KUDUS – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur di beberapa daerah membuat debit air di Bendung Wilalung saat ini berstatus awas. Dengan kondisi ini, aliran air ke Sungai Juwana dari Bendung Klambu dibuka 15 centimeter, Senin (11/3/2024) pukul 1.00 WIB.
Operator dan Pemeliharaan (OP) Bendung Wilalung, Achmad Ulin Nuha, mengatakan, debit air di Bendung Wilalung saat ini menunjukkan tren turun. Meski begitu, di Bendung Wilalung saat ini masih berstatus awas.
“Saat ini pukul 8.00 WIB, elevasi debit air di Bendung Klambu capai 730m³/detik. Debit air tersebut menurun dari tadi malam pukul 1.00 WIB yang mencapai 775m³/detik,” bebernya, Senin (11/3/2024).
Baca juga: Diguyur Hujan Semalaman, Permukiman Warga di Sowan Lor Jepara Terendam Banjir
Menurutnya, debit air yang mencapai 775m³/detik saat pukul 1.00 WIB dibuka ke arah Sungai Juwana, guna mengantisipasi dan mengurangi kompresi beban air di Sungai Wulan. Terlebih, di tanggul Dukuh Norowito yang kemarin mengalami jebolan.
“Meski belum ada 800m³/detik, kami buka 15 centimeter ke arah Sungai Juwana. Itu untuk mengurangi kompresi beban air di tanggul yang mengalami jebol dan saat ini baru selesai perbaikan. Karena tanggul baru yang diperbaiki itu sangat membahayakan, dikhawatirkan bisa jebol kembali,” ujarnya.
Pembukaan itu, katanya, juga atas permintaan Camat Karanganyar dan beberapa Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Karanganyar, Demak, serta disetujui oleh BBWS Pemali Juwana. Ulin menuturkan, pintu yang dibuka 15 centimeter ke arah Sungai Juwana itu di pintu nomor 8.
Ia menjelaskan, saat ini elevasi walking tanggul di Bendung Wilalung sudah mengalami kenaikan sekitar 2 centimeter. Menurutnya, pukul 8.00 WIB, elevasi tanggul mencapai 240 sentimeter dengan tinggi jagaan 40 centimeter.
Editor: Ahmad Muhlisin

