Harga Gabah Pati di Tingkat Petani Mulai Anjlok

BETANEWS.ID, PATI – Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani berangsur turun seiring meluasnya panen padi di sejumlah daerah. Hal itu akan diikuti dengan penurunan harga beras. Namun, penurunan harga beras diperkirakan berjalan lambat lantaran musim panen raya padi beririsan dengan masa Ramadhan-Lebaran.

Di Kabupaten Pati, panen padi telah berlangsung sejak Februari 2024 dan akan memuncak pada akhir Maret hingga awal April 2024. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani kini juga sudah berangsur turun.

Baca Juga: Lebih Separuh Badan Jalan Penghubung Pati-Purwodadi Amblas Akibat Longsor

-Advertisement-

Harga gabah di Pati, untuk di tingkat petani sempat menyentuh harga di kisaran Rp8.000 per kilogram. Namun, kini harga gabah sudah turun di kisaran Rp6.500 per kilogram.

“Harga gabah saat ini cenderung turun. Untuk hari ini di kisaran harga Rp6.300 hingga Rp6.500, tergantung kadar air dan kualitas gabah, ” ujar Kamelan, petani asal Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Pati, Senin (18/3/2024).

Dengan anjloknya harga gabah tersebut, katanya membuat petani terkejut. Sebab, dengan harga yang sempat tinggi, tiba-tiba harus turun lagi.

Meski harga gabah turun, namun menurutnya harga Rp6.500 masih di atas harga pembelian pemerintah (HPP), yakni sebesar Rp5.000. Dengan kondisi itu pula, menurutnya petani masih dapat untung serta balik modal.

Baca Juga: Sawah Terendam Banjir, Petani di Pati Terpaksa Panen Dini

“Ya masih dapat untung meski sedikit. Karena ini kan masih diulkurangi dengan harga pupuk dan obat yang harganya terus naik. Belum lagi, ongkos tenaga kerja,” ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah bisa menstabilkan harga gabah di tingkat petani. Sehingga, petani bisa mendapatkan keuntungan terkait harga penjualan gabah tersebut.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER