31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Gelar Demo Lagi, Petani Pundenrejo Tayu Tolak Izin Baru untuk PT LPI

BETANEWS.ID, PATI – Untuk kesekian kalinya, petani Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu, Pati kembali menggelar aksi unjuk rasa. Mereka meminta pengembalian hak atas tanah yang disebut telah dikuasai oleh PT Laju Perdana Indah (LPI).

Unjuk rasa yang dilakukan petani yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Petani Pundenrejo (GERMAPUN) berlangsung Kamis (7/3/2024). Puluhan orang dengan spanduk bernada protes itu berdiri dan berorasi di titik tanah yang sedang mereka perjuangkan di Desa Pundenrejo.

Aksi serupa sebetulnya telah dilakukan oleh para petani 12 Februari 2024 lalu. Namun, karena tidak digubris, mereka menggelar aksi ulang dengan permintaan yang serupa.

-Advertisement-

Baca juga: Konflik Agraria Tak Kunjung Usai, Petani Pundenrejo Pati Kembali Gelar Aksi

Koordinator Aksi, Udin, mengatakan, tuntutan para petani masih sama. Pihaknya meminta adanya pencabutan izin Hak Guna Bangunan (HGB) PT LPI yang menduduki tanah seluas 7,3 hektare tersebut. Mereka juga meminta agar pemerintah tidak memberikan izin baru dalam bentuk apapun.

“Apabila tidak diindahkan, petani Pundenrejo tidak akan segan untuk terus melakukan perjuangan yang lebih besar sampai tanah kembali kepada petani,” ujat Udin dalam rilisnya, Kamis (7/3/2024).

Sementara itu, Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, Fajar Andhika, menyebut, para petani telah melakukan beragam upaya untuk menyuarakan permintaan mereka. Setahun terakhir para warga bahkan sempat mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten, Provinsi hingga Kementerian ATR/BPN.

“Namun, sampai saat ini belum ada respon dari Pemerintah. Mereka justru seakan-akan menganggap pemerintah mempertahankan penguasaan dan pemanfaatan lahan oleh PT LPI,” ungkapnya.

Dhika menegaskan, bila tidak ada jawaban pasti dari pemerintah, para petani akan kembali menggelar aksi serupa. Dirinya menyebut para petani bahkan berencana untuk kembali mendatangi Kantor Pertahanan Kabupaten Pati selesai Idulfitri mendatang.

Baca juga: Petani Pundenrejo Datangi Kantor BPN Jateng, Tagih Upaya Penyelesaian Konflik dengan PT LPI

Ia mengatakan, perampasan dan perusakan lahan petani Pundenrejo oleh PT LPI mencuat 2020 silam. Para petani menilai PT LPI telah menyerobot tanah mereka sebab mengantongi Hak Guna Bangunan (HGB) pada tahun 2001 lalu.

Meski mengantongi HGB, warga justru  merasa janggal. Mengingat, tanah itu justru terlantar dan tidak digunakan untuk bangunan satupun hingga puluhan tahun.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER