BETANEWS.ID, PATI – Desa Sunggingwarno, Kecamatan Gabus, menjadi salah satu desa di Kabupaten Pati yang terdampak banjir cukup parah. Di desa tersebut, banjir menggenangi permukiman, areal persawahan, hingga jalan penghubung antardesa.
Ketinggian air di dalam rumah warga berkisar 30 hingga 50 centimeter. Sementara di jalan perkampungan mencapai 70 centimeter. Kondisi ini membuat warga di desa tersebut terisolir. Warga tidak bisa lagi beraktivitas seperti biasanya, karena akses jalan terendam banjir.

Meski kondisi seperti ini sudah sepekan, warga hingga saat ini masih enggan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka masih memilih untuk mendiami rumahnya, dengan membuat ranggon untuk tempat tidur.
Baca juga: Sudah Dua Pekan Kebanjiran, Korban Banjir di Tayu, Pati Keluhkan Minimnya Bantuan
Untuk makan sehari-hari, warga mengandalkan sisa sembako yang dimiliki sebelum terjadinya banjir, baik itu berupa beras, minyak goreng, maupun lauk pauk. Namun, setelah sepekan ini berlalu, stok pangan warga yang menjadi korban banjir mulai menipis.
“Ya kita saat ini sudah mulai kekurangan pangan lah. Mulai dari beras, telur, gas juga sulit. Mau ke warung tapi akses jalan ketutup air. Ya pokoknya sulit lah untuk sehari-hari,” ujar Asih, Kamis (21/3/2024).
Dirinya mengaku, persediaan sembako yang dimiliki sebelum banjir tinggal tak banyak lagi. Seperti halnya beras, cabai, sarden maupun sayuran. Sejauh ini, katanya warga belum tersentuh bantuan dari pemerintah daerah. Ia berharap, ada bantuan yang datang, khususnya bahan pokok.
Baca juga: Terjadi Berulang, Penanganan Jalan Longsor di Sukolilo Diminta Bukan Cuma Tambal Sulam
Hal senada juga dikatakan Siti Juhariyah. Menurutnya, sampai saat ini warga korban banjir belum tersentuh bantuan.
“Belum ada, Pak. Ya kalau untuk bantuan, ya, sembako lah, Pak. Kalau ada gas, lauk, sayur-sayuran,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

