BETANEWS.ID, PATI – Banjir kembali melanda permukiman Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati. Setidaknya, sudah ada puluhan rumah warga yang saat ini terdampak banjir.
Puluhan rumah yang kebanjiran itu, terdapat di Dukuh Jrakah. Lokasi ini, menjadi yang pertama di Desa Mintobasuki sebagai wilayah yang terdampak banjir pada musim hujan 2024 ini.
Jasmin, warga Desa Mintobasuki mengatakan, lokasi tersebut memang sudah menjadi langganan banjir ketika musim hujan tiba.
Baca juga: Belasan Kendaraan Mogok Akibat Nekat Terobos Banjir di Ruas Jalan Glonggong Pati
Namun katanya, bila tahun sebelumnya banjir terjadi di November atau Desember, kali ini terjadi di Maret. Hal ini, menurutnya siklusnya kembali ke tahun-tahun lalu.
“Iya kalau tahun-tahun kemarin itu kan banjirnya terjadi ketika bulan 11 atau 12. Nah ini Maret, seperti tahun-tahun lalu,” ujar Kasmin, Kamis (14/3/2024).
Ia menyebut, banjir yang menggenangi rumah warga sudah terjadi sejak Selasa (12/3/2024) lalu. Air banjir kemudian terus bertambah tinggi, dengan ketinggian air saat ini sekitar 80 centimeter hingga satu meter.
“Banjir sudah mulai Selasa kemarin. Kalau ketinggian sekitar satu meter lah. Di sini ada sekitar 10 rumah yang kebanjiran, satu RT. Kalau satu RW, ya puluhan,” imbuh Kasmin.
Ia menyebut, banjir yang menerjang pemukiman warga itu berasal dari luapan Sungai Silugonggo dan juga disebabkan curah hujan yang tinggi dengan intensitas yang cukup lama.
Baca juga: Jalan Alternatif Pati-Rembang di Glonggong Jakenan Terendam Banjir hingga 2 Km
Apalagi katanya, wilayah Pati bagian Selatan, yakni di Sukolilo maupun Kayen juga turun hujan deras, sehingga hal itu berdampak terhadap mengalirnya air hujan ke tempatnya, sehingga menyebabkan banjir.
Sementara itu, Rukun, warga Dukuh Jrakah lainnya, menyebut, air banjir yang masuk ke dalam rumahnya berkisar 70 centimeter.
“Ya tinggi, Mas, sampai segini, di atas lutut. Sudah mulai kemarin kebanjiran, ” kata Mbah Rukun, sambil menunjukkan air banjir yang masuk ke dalam rumahnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

