BETANEWS.ID, KUDUS – Jalan Sentot Prawirodirjo, tepatnya di sekitar lapangan Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus terendam banjir. Puluhan kendaraan sepeda motor yang terpaksa menerjang genangan air dengan kedalaman sekitar 30-50 centimeter harus mogok dan didorong.
Wahyu, salah satu pengendara sepeda motor mengatakan, akses jalan di Desa Tanjungkarang menuju ke arah Undaan saat ini sedang banjir dengan ketinggian sekitar 30 centimeter. Warga Kelurahan Wergu Wetan yang bertujuan menuju Kecamatan Undaan itu harus mendorong motornya, karena mogok saat menerjang banjir di sana.
Baca Juga: Jalur Alternatif Kudus-Pati di Mejobo Tergenang Banjir Selutut, Banyak Motor Mogok
“Ini mau ke Undaan, motor mogok sempat dorong sejauh 100 meter, karena tidak kuat menerjang banjir dengan ketinggian sekitar 30 centimeter. Alhamdulillah sepeda motor saat ini kembali hidup lagi,” katanya, Kamis (14/3/2024).
Pengendara lain, Khoirul menjelaskan, kondisi banjir dengan ketinggian yang tak bisa dilalui kendaraan sepeda motor di jalan tersebut baru dialaminya. Sebab, saat berangkat sekolah, pihaknya mengaku masih bisa menerjang genangan air di sana.
“Ini baru pulang sekolah, tadi pagi pas berangkat lewat sini juga bisa dan tidak mogok seperti ini. Kelihatannya untuk ketinggian air semakin tinggi, karena saat ini motor bisa mogok tidak seperti tadi pagi,” ujarnya.
Khoirul menuturkan, ketinggian air di jalan tersebut mencapai lutut orang dewasa. Dengan satu temannya, ia terpaksa mendorong motornya yang mati di tengah genangan banjir.
“Untuk ketinggian kurang lebih 50 centimeter. Tadi juga banyak yang motornya mogok di jalan,” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Salma. Warga Kecamatan Undaan itu juga mendorong motornya sekitar 200-300 meter. Meski membawa motor Scoopy Prestige, tak menjamin bisa menerjang ketinggian banjir di sana.
Baca Juga: Harga Jenang Mubarok Naik 10 Persen di Ramadan 2024, Ini Daftar Harganya
Menurutnya, banjir di akses jalan tersebut dimulai di perempatan (lapangan sepak bola) Desa Tanjungkarang sampai Proliman Tanjungkarang. Setidaknya jarak banjir di sana sekitar 500 meter, dengan kedalaman 30 centimeter. Tak tahu bahwa akses jalan tergenang banjir, ia terpaksa menerjang dengan resiko mogok.
“Tadi pas berangkat gak lewat sini soalnya, tadi lewat Desa Payaman. Karena jalan di Payaman tidak bisa dilewatin (banjir juga), sehingga lewat sini,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

