31 C
Kudus
Sabtu, Februari 21, 2026

Tekan Angka Kecelakaan, Ratusan Santri di Kajen Pati Dibekali Cara Aman Berkendara

BETANEWS.ID, PATI – 400 santri dari Pesantren Maslakul Huda Kajen dan mahasiswa Institut Pesantren Matholiul Falah (IPMAFA) Pati mendapat pengarahan dan pelatihan keselamatan berlalulintas, pada Selasa (27/2/2024).

Dalam kegiatan yang dipusatkan di Kampus IPMAFA itu, selain pengetahuan umum, santri juga dilatih langsung kemampuan safety riding khususnya menggunakan sepeda motor.

Baca Juga: Kasus TBC di Pati Tinggi, Dinkes Sebut Banyak Kader di Dua Kecamatan Ini Tidak Aktif

-Advertisement-

Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja, Munadi Herlambang menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut dalam rangka membangun kesadaran tertib lalu lintas di kalangan santri.

“Bahwa dalam rangka membangun kesadaran tertib lalu lintas di kalangan para santri, Direktorat Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja bersama Korlantas Polri memperkenalkan edukasi dan perubahan perilaku untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berkendara melalui Program Trimandara (Santri Aman Berkendara),” ujar Munadi, Selasa (27/2/2024).

Katanya, Program Trimandara ini, merupakan tahun kedua. Sebelumnya, program tersebut dilaksanakan pada Ramadan. Namun, untuk di IPMAFA, kegiatan ini dimajukan sebelum Ramadan.

Munadi menyebut, program ini dilatarbelakangi karena besarnya angka kecelakaan di kalangan pelajar. Sebab, pelajar dan mahasiswa merupakan generasi penerus yang akan menjadi ujung tombak pembangunan di masa mendatang.

“Ini harus kita minimalisir dengan cara edukasi. Khusus untuk kalangan Ponpes, kami memiliki program Trimandara,” ucapnya.

Menurutnya, Trimandara adalah pahlawan keselamatan berlalulintas.Katanya, pahlawan itu tidak hanya di dalam hal atau satu kegiatan saja. Tetapi, menurutnya ada juga kegiatan keselamatan darat, laut, sarana pendidikan, sarana umum, dan sarana ibadah.

“Hal itu, semuanya kita kemas melalui Trimandara dalam rangka meminimalkan angka kecelakaan,” imbuhnya.

Munadi berharap, siswa yang mengikuti kegiatan itu bisa memahami tentang pentingnya keselamatan lalu lintas, mengerti tentang tata tertib lalu lintas, dan mengerti tentang tugas-tugas kepolisian.

“Yang terpenting siswa yang hadir ini bisa menuangkan kepada teman-temannya dan tetangganya sehingga bisa memberikan efek berlalulintas yang positif. Ke depan kita nanti akan lebih banyak lagi edukasi kepada lapisan masyarakat,” katanya.

Dia berharap, edukasi ini bisa ditularkan kalangan santri lainnya yang ada di daerah masing-masing ketika pulang dari pesantren.

Ia menyebut, sepanjang tahun 2023 lalu, angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan. Hal ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan bersama antara Jasa Raharja dengan Kepolisian dan mitra kerja terkait.

Berdasarkan data yang ada di Jasa Raharja, pada tahun 2023 lalu total korban kecelakaan lalu lintas yang memperoleh santunan berjumlah 152.243 orang, atau meningkat 5,8 persen.

Peningkatan terjadi untuk pembayaran santunan sebesar 4,4 persen dibanding tahun sebelumnya, atau secara compounded annual growth rate (CAGR) 5 tahun tumbuh 3,74 persen.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen yang juga Rektor IPMAFA KH Abdul Ghoffarrozin menyambut baik adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh PT Jasaraharja yang bekerja sama dengan Korlantas Polri tersebut.

Baca Juga: Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu di Tingkat Kabupaten Akan Dimulai 29 Februari

“Kami mewakili pesantren di Kajen, di Pati, umumnya di Indonesia, tentu menyambut baik. Kami ingin, santri menjadi pelopor dalam tertib lalu lintas,” ungkap Gus Rozin.

Menurutnya, berkendara secara aman sangat penting. Apalagi, angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia sangat tinggi. Sehingga hal tersebut perlu diminimalkan melalui edukasi secara massif.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER