31 C
Kudus
Rabu, Februari 21, 2024

Sidang Perdana, Kuasa Hukum Pertanyakan Penanganan Perkara Penahanan Daniel

BETANEWS.ID, JEPARA – Pengadilan Negeri Jepara menggelar sidang perdana kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang menjerat Daniel Frits Maurits Tangkilisan, Aktivis lingkungan Tambak udang Karimunjawa akibat komentarnya di akun Facebook yang menuliskan “Masyarakat Otak Udang” pada Kamis (1/2/2024).

Muhnur Satyahaprabu, Kuasa Hukum Daniel dari Koalisi Advokat Peduli Pejuang Lingkungan Hidup mengatakan agenda dalam sidang perdana yaitu pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca Juga: Aktivis hingga Seniman Lakukan Aksi Solidaritas Tuntut Kebebasan Daniel

Namun dalam sidang perdana tersebut ia justru mempertanyakan terkait tindakan penahanan yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Jepara terhadap Daniel.

Sebab menurutnya, jika mengacu pada pedoman Jaksa Agung Nomor 8 Tahun 2022 tentang penanganan perkara tindak pidana di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan merujuk pada Bab VI angka 1 disebutkan bahwa “Setiap Orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupun di gugat secara perdata”.

Ketentuan tersebut juga merujuk pada pasal 66 UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Dalam sidang tersebut kami juga sudah menyampaikan bahwa apakah Jaksa telah melakukan perintah dalam pedoman penanganan perkara tindak pidana lingkungan hidup. Karena disitu disampaikan bahwa pejuang lingkungan hidup tidak bisa dipadana,” jelasnya di Depan Kantor Pengadilan Negeri Jepara.

Namun, dalam upaya yang seharusnya dilakukan oleh Jaksa tersebut ia tidak menemukan dokumen apapun yang membuktikan bahwa Jaksa sudah melakukan upaya penyelidikan terkiat penahanan Daniel.

Sehingga ia menduga dua hal yaitu Jaksa tidak mengetahui adanya pedoman tersebut atau Jaksa memaksakan diri dalam menahan Daniel.

“Kami tidak menemukan dokumen apapun bahwa Jaksa telah melakukan upaya yang maksimal untuk menyelidiki kasus ini. Sehingga kami menduga dua hal yaitu Jaksa tidak tahu pedoman itu atau Jaksa memaksakan diri,” ungkapnya.

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Buruk, KPU Jepara Percepat Pengiriman Logistik ke Karimunjawa

Dalam kasus tersebut Daniel didakwa dalam dua pasal yaitu Pasal 45A Ayat 2 Juncto pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI 11 tahun 2008 tentang UU ITE dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara.

Selain itu, Daniel juga didakwa dengan dakwaan alternatif yaitu Pasal 45 ayat 3, Juncto pasal 27 ayat 3 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI 11 tahun 2008 tentang UU ITE dengan maksimal ancaman pidana 4 tahun penjara.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER