BETANEWS.ID, PATI – Alun-alun Simpang Lima Pati menjadi salah satu kawasan yang ditetapkan sebagai zona merah bagi Pedagang Kaki Lima (PKL). Namun, masih saja ada PKL yang nekat mangkal untuk berjualan di area tersebut.
Menindaklanjuti hal tersebut, baru-baru ini petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati melakukan razia atau penertiban terhadap PKL yang nekat berjualan di kawasan alun-alun.
Baca Juga: Ecoprint Buatan Siswa SMPN 1 Sukolilo Akan Digunakan untuk Seragam Guru
Sayangnya, razia yang berlangsung pada Jumat (16/2/2024 ) malam lalu, dinilai tidak adil dan tebang pilih. Hal itu disampaikan salah satu pedagang kaki lima Lilik (40) yang sering mangkal di area Alun-alun Simpang Lima Pati.
Lilik menilai, penegakan aturan yang dilakukan Satpol PP dalam menertibkan pedagang di kawasan zona merah masih tebang pilih. Sejauh ini, hanya pedagang yang berada di kawasan alun-alun saja.
Sementara pada kawasan zona merah lainnyya, seperti Jalan Panglima Sudirman yang banyak dipenuhi pedagang kaki lima tidak pernah ditindak.
“Seharusnya kalau sama-sama zona merah penegakannya tidak hanya di alun-alun. Di zona merah lain juga sama,” ujar Lilik, Senin (19/2/2024).
Menurut Lilik, kondisi tersebut terasa kontras. Mengingat tenda para pedagang di Jalan Panglima Sudirman sampai memakan bahu jalan, sehingga membuat arus lalu lintas tersendat.
Kata Lilik, kembalinya para pedagang ke Alun-alun Pati bukan tanpa alasan. Sejak menempati Alun-alun Kembangjoyo sebagai tempat relokasi, para pedagang mengeluhkan omzet mereka kian turun.
Untuk diketahui, ada empat kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona merah bagi PKL. Yakni, kawasan Alun-alun Simpang Lima Pati, Jalan Penglima Sudirman, Jalan Pemuda dan Jalan Pangeran Diponegoro.
Sebelumnya, Kepala Satpol PP Pati, Sugiyono menyebut, razia yang dilakukan Satpol PP untuk menegakkan perda. Sebelum melakukan razia, dirinya mengaku sebanyak 400 surat peringatan telah mereka layangkan ke para PKL yang ada di zona merah.
Baca Juga: Ajarkan Kewirausahaan Sejak Dini, Siswa SMPN 1 Sukolilo Diajarkan Bikin Kain Ecoprint
“Akhir-akhir ini memang banyak PKL baru berdatangan. Mayoritas memakai sepeda motor, setiap kami datang mereka pergi. Akhirnya banyak yang mengikuti dan makin bertambah terus,” ungkapnya.
Ia menyebut, kembalinya para pedagang seringkali meninggalkan sampah yang membuat area alun-alun terlihat kumuh. Selain itu, sejumlah tanaman hias di Alun-alun Pati mengalami kerusakan.
Editor: Haikal Rosyada

