31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Banjir Semalam di Pati Selatan Sisakan Lumpur di Jalanan hingga Sekolah 

BETANEWS.ID, PATI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pati bagian Selatan pada Selasa (27/2/2024) sore, mengakibatkan permukiman kebanjiran. Setidaknya ada tiga desa terdampak banjir di wilayah Kecamatan Tambakromo, yakni, Desa Sinomwidodo, Angkatan Kidul, dan Angkatan Lor.  

Meski banjir tidak berlansung lama, tapi genangan air yang sempat mencapai ketinggian sekitar 80 centimeter tersebut, kini menyisakan lumpur di sejumlah titik.

Seorang warga melewati lumpur bekas banjir di Tambakromo. Foto: Kholistiono

Tampak sepanjang ruas jalan desa terlihat dipenuhi lumpur, sehingga membahayakan pengendara yang lewat. Begitu pula dengan rumah warga dan juga sekolah dasar yang tergenang banjir juga menyisakan lumpur.

-Advertisement-

Baca juga: Sempat Dipindahkan, Aset dan Perangkat Belajar SDN Ketanjung 3 Tak Terselamatkan

Camat Tambakromo, Nur Hidayat, mengatakan, banjir yang terjadi sejak sore kemarin itu karena hujan deras yang mengguyur Pegunungan Kendeng.  

”Kronologinya setiap di daerah atas hujan deras, bawahnya terkena banjir. Hujan di daerah atas Selowirih, Gunungkendeng mulai jam 4 sore sampai magrib,” ujar Mirza, Rabu (28/2/2024). 

Beberapa saat kemudian, air hujan membuat Sungai Godo melimpah dan menggenangi permukiman warga di Desa Sinomwidodo. Sekitar 25 rumah di desa tersebut tergenang banjir. 

”Air dari Sungai Godo turun ke Sinomwidodo dan menggenangi permukiman warga di Dukuh Ledokan, RW 2. Sekitar 2 jam. Alhamdulillah, tidak ada tanggul yang jebol. Tapi luapan air membuat lumpur mengendap di jalan sekitar 5 Cm,” ungkapnya.  

Setelah banjir di Sinomwidodo surut, air bah kemudian turun ke Desa Angkatan Kidul. Lahan pertanian hingga gedung dua SD di desa tersebut terdampak banjir. Kedua SD itu yakni, SDN 01 Angkatan Kidul dan SDN 02 Angkatan Kidul. 

”Menggenangi jalan dan gedung 2 SD yang tergenang. Tapi ndak begitu dalam, sekitar 5 Cm. Sekitar jam 3 pagi sudah surut. Tinggal lumpur yang tergenang. Tidak ada korban jiwa. Masyarakat tetap waspada,” imbuhnya.  

Hal ini, katanya membuat aktivitas belajar mengajar sedikit terganggu. Pada Rabu (28/2/2024) pagi, puluhan siswa, guru dan relawan bekerja sama membersihkan lumpur di kedua SD tersebut.

Baca juga: Curhat Korban Banjir Terpaksa Gunakan Air Banjir hingga Kulit Gatal Sebelum Ada Bantuan Air Bersih  

”Untuk pembersihan di SDN 02 sudah selesai diberikan. Sedangkan pembersihan di SDN 01 masih proses,” ucapnya.  

Katanya, desa tersebut memang daerah yang langganan banjir. Setiap hujan deras datang di daerah hulu, hampir dipastikan banjir menerjang kedua desa ini. 

Kondisi ini dinilai terjadi karena serapan air di daerah atas yang kurang bekerja dengan baik. Hutan Pegunungan Kendeng yang rusak membuat air langsung turun ke daerah bawah. 

Editor: Ahmad Muhlisin 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER