31 C
Kudus
Senin, Februari 26, 2024

Tradisi ‘Pemanggil Hujan’ Guyang Cekathak di Colo Kudus Diajukan Jadi WBTB

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengajukan Tradisi Guyang Cekathak diajukan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Tradisi Guyang Cekathak merupakan tradisi rutin membasuh cekathak atau pelana kuda peninggalan Sunan Muria yang digelar setahun sekali di Desa Colo, Kecamatan Dawe. Tradisi turun temurun ini biasanya digelar saat puncak musim kemarau atau pada Jumat Wage sebagai bentuk rasa syukur dan ikhtiar agar diturunkan hujan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah, menjelaskan, pengajuan WBTB ini merupakan salah satu implementasi Undang-Undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan dan PP nomor 87 tahun 2021.

Baca juga: Guyang Cekathak, Tradisi Memanggil Hujan Warga Lereng Muria Kudus

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar bisa diajukan menjadi WBTB, yaitu tradisi atau budaya itu sudah berusia minimal 50 tahun atau dua generasi. Tradisi dan budaya tersebut juga harus berjalan rutin setiap tahunnya.

Selain itu, berjalannya tradisi atau budaya yang diajukan WBTB ini juga harus dinaungi oleh lembaga, organisasi, ataupun komunitas.

“Pengajuan Guyang Cekathak untuk jadi WBTB tahun 2024 sudah mulai kami ajukan di akhir tahun atau bulan Desember kemarin. Deskripsi, dokumentasi foto, video, hingga data narasumber di tradisi Guyang Cekathak sudah kami ajukan,” kata Tika di kantor Disbudpar, Kamis (25/1/2024).

Tradisi Guyang Cekathak yang diajukan sebagai WBTB ini, merupakan salah satu tradisi di Kudus  yang selama ini masih berjalan rutin setiap tahunnya. Masyarakat desa, pedagang, hingga ojek wisata pun sangat antusias mengikuti tradisi ini. Tak jarang, wisatawan ataupun peziarah yang datang, juga menyempatkan waktu untuk turut serta mengikuti prosesi berjalannya tradisi Guyang Cekathak.

Baca juga: Jenang, Barongan, dan Buka Luwur Sunan Kudus Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional

Pengajuan Guyang Cekathak sebagai WBTB, merupakan salah satu upaya Pemkab Kudus melalui Disbudpar agar masyarakat semakin semangat dalam melestarikan tradisi yang ada.

“Ketika tradisi dilestarikan dan dijaga dengan baik, tentu akan membuat kesejahteraan meningkat lewat semakin banyaknya ketertarikan wisatawan untuk berkunjung,” ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini sudah ada 6 tradisi dan budaya di Kudus yang sudah ditetapkan sebagai WBTB Indonesia, yakni Joglo Pencu, Upacara Adat Dandangan Kudus, Jamasan Pusaka Keris Cintoko, Barongan Kudus, Buka Luwur Sunan Kudus, dan Jenang Kudus.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER