31 C
Kudus
Senin, Februari 26, 2024

Masuk Tempat Wisata Jepara Mulai Pekan Depan Bayar

BETANEWS.ID, JEPARA – Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) baru Nomor 1 tahun 2024 tentang pajak dan retribusi daerah terdapat perubahan aturan yang membuat pengunjung obyek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan dikenai tiket masuk atau retribusi setiap harinya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Moh Eko Udyyono menjelaskan berdasarkan Perda sebelumnya, pengunjung hanya akan dikenai tiket masuk pada hari sabtu dan minggu serta perayaan hari besar.

Baca Juga: Pemkab Jepara Nonaktifkan Tiga Pejabat BPR Jepara Artha

“Sesuai dengan arahan Pak Pj Bupati, seluruh obyek wisata yang dikelola dinas pariwisata mulai hari Senin – Minggu sekarang wisatawan harus membayar,” katanya pada Selasa (9/1/2024) di Pantai Kartini Jepara.

Namun untuk penerapan Perda baru tersebut masih harus menunggu kesiapan dari beberapa hal, diantaranya pencetakan tiket retribusi. Sehingga Perda tersebut akan mulai berlaku pada pekan depan.

“Perdanya sebenarnya sudah ditandatangani Pak Bupati per tanggal 4 Januari kemarin, tetapi untuk pelaksanaan nya kemungkinan satu minggu ke depan,” jelasnya.

Untuk besaran tiket retribusi sesuai dengan Perda baru tersebut yaitu Pantai Kartini dan Pantai Bandengan di hari biasa, akhir pekan, libur nasional untuk dewasa Rp10 ribu per orang dan anak-anak Rp5 ribu.

Benteng Portugis, Pulang Panjang, Goa Tritip, Pantai Pungkruk, dan Museum Kartini di hari yang sama untuk dewasa Rp8 ribu per orang dan anak-anak Rp5 ribu.

Sedangkan pada pekan syawalan, lomban, Natal, tahun baru, atau event lainnya seluruh obyek wisata tersebut akan dikenai retribusi untuk dewasa Rp15 ribu per orang dan anak-anak Rp10 ribu. Kecuali Museum Kartini di perayaan hari besar untuk dewasa dikenai retribusi Rp10 ribu per orang.

Perubahan biaya tiket masuk atau retribusi tersebut menurutnya sebagai upaya untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Di tahun 2023 kemarin, target PAD Pariwisata juga tidak terpenuhi. Dari target Rp4,9 miliar, sampai bulan November hanya terealisasi Rp2,4 miliar.

Baca Juga: Kerjanya Tak Sepaneng, Pelipat Surat Suara di Jepara Ketagihan

“Perubahan retribusi tersebut juga sesuai arahan Pak Bupati untuk menggenjot PAD,” katanya.

Dengan adanya Perda tersebut, ia berharap masyarakat dapat memaklumi. Sebab nantinya hasil dari PAD menurutnya juga akan kembali pada masyarakat.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER