BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Kudus terus melebarkan sayap organisasi untuk menciptakan pengusaha baru di Kota Kretek. Setelah UMK, hipmi melantik pengurus di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus.
Ketua BPC Hipmi Kudus, Singgih Budiyono, mengatakan, setelah UMK dan IAIN Kudus, pihaknya akan melakukan sosialisasi ke perguruan tinggi lain untuk kaderisasi.
“Tujuan kita melebarkan sayap organisasi ke perguruan tinggi adalah kaderisasi untuk mahasiswa. Harapannya ke depan bisa tumbuh pengusaha-pengusaha muda di kalangan mahasiswa,” ujar Singgih di Gedung Tarbiyah, Senin (15/1/2024).
Baca juga: Resmi Jabat Ketua Hipmi Kudus Periode 2023-2026, Singgih: ‘Kita Akan Bantu Perizinan Usaha’
Selain itu, dengan adanya kepengurusan Hipmi di IAIN Kudus, Singgih ingin agar jiwa kewirausahaan para mahasiswa bisa keluar, karena mereka tidak hanya mendapatkan teori terkait tata cara berwirausaha, tapi bisa langsung sharing kepada anggota Himpi Kudus.
Selain pelantikan Hipmi IAIN Kudus, hari ini BPC Hipmi Kudus juga melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab), dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab).
“Dalam Rakercab ini, ada 12 poin bidang yang jadi fokus kerja Hipmi Kudus dalam setahun ke depan, di antaranya melakukan pengkaderan dan melebarkan sayap organisasi ke perguruan tinggi hingga pesantren,” ungkapnya.
Ketua Hipmi IAIN Kudus, Muhamad Faiz Anwar (22), mengatakan, setelah ini pihaknya akan bergerak mengajak para mahasiswa untuk langsung memulai usaha. Apalagi refrensi usaha di era sekarang banyak berseliweran di media sosial.
“Konten-konten wirausaha yang berseliweran di media sosial itu targetnya adalah anak muda. Oleh karena itu, kita ingin mahasiswa IAIN Kudus tidak hanya jadi target pasar tapi juga jadi pelaku usaha itu sendiri,” ujar Faiz.
Baca juga: Jaring Pengusaha Muda, HIPMI Kudus Akan Buat Akademi Enterpreneur
Dia mengungkapkan, tahun pertama terbentuk kepengurusan HIPMI IAIN Kudus terdapat 40 anggota, sementara untuk pengurusnya ada 18 orang.
“Dari jumlah tersebut, 60 persennya sudah punya usaha. Kita akan terus bergerak agar mahasiswa IAIN Kudus yang punya usaha makin banyak lagi dan kita bantu pengembangan melalui patron-patron online,” tambahnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

