Warga Demak Dapat Dana Kerohiman Tol Semarang-Demak Seksi 1

BETANEWS.ID, DEMAK – Tanah musnah yang terkena pembangunan proyek nasional tol Semarang-Demak seksi 1 mendapatkan ganti rugi berupa dana kerohiman dari pemerintah pusat, Jumat (15/12/2023). Warga yang menerima dana tersebut diantaranya, Desa Bedono dan Desa Sriwulan.

Kasi Pengadaan Tanah BPN Demak, Proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1 Sujadi mengatakan, terdapat 132 bidang tanah yang diganti dengan dana kerohiman. Perinciannya, Desa Sriwulan sebanyak 37 bidang dan Desa Bedono sebanyak 95 bidang.

Baca Juga: Stok Terbatas, Harga Beras Ketan Naik di Demak

-Advertisement-

“Ini tahap pertama yang memang warga-warga yang menerima dana kerohiman di akhir tahun ini dibayarkan. Untuk selanjutnya dianggarkan tahun 2024,” katanya di Kantor Kecamatan Sayung, Desa Purwosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Sujadi menyebut, dari masing-masing penerima dana kerohiman mendapatkan nilai yang berbeda. Pemberian nominal ganti rugi itu diberikan sesuai dengan luas lahan yang dimiliki warga. Untuk Desa Sriwulan dihitung Rp315 ribu per meter dan Desa Bedono dihitung Rp296 ribu per meter.

“Saya tidak tahu secara pastinya, namun secara simbolis tadi ada Rp3 miliar memang saya tidak melihat berapa nilai tertinggi dari warga,” ujarnya.

Sujadi menerangkan, dari proses pemberian dana kerohiman menyisakan empat bidang tanah dari Desa Bedono dan Desa Sriwulan. Masyarakat yang terkena dampak pembangunan tol Semarang-Demak memilih menggunakan hak prioritas atau hak reklamasi.

Sementara itu, Kepala Desa Bedono Agus Salim mengaku dari ratusan lahan yang mendapat dana kerohiman, dulunya merupakan tanah produktif yang masih ditanami tambak ikan. Akan tetapi, selama 20 tahun terendam rob tanah itu dibiarkan begitu saja.

“Ganti tersebut dirasa masyarakat sudah pantas dan cukup sehingga masyarakat memberikan tanah tersebut,” paparnya.

Baca Juga: Pedagang Pasar Bintoro Demak Keluhkan Mahalnya Harga Beras

Salah seorang warga Dukuh Morosari Desa Bedono, Asmali telah merelakan satu bidang tanahnya seluas 1300 meter persegi dengan dana kerohiman senilai Rp891 juta. Lahan yang dulunya digunakan untuk tambak bandeng ia berikan karena sudah lama tidak produktif karena terendam air rob.

“Sudah lama tidak bisa digarap, karena kena abrasi laut sekitar 20 tahun menganggur. Alhamdulillah matursuwun sanget,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER