31 C
Kudus
Rabu, Februari 21, 2024

Peringati HUT ke-9, ODM Gelar Srawung Sembilan Tahun Mendongeng

BETANEWS.ID, KUDUS – Memperingati ulang tahunnya yang ke-9, Omah Dongeng Marwah (ODM) menggelar acara Srawung 9th, Sembilan Tahun Mendongeng, di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Sabtu (23/12/2023) malam. Acara ini dihadiri sejumlah budayawan, di antaranya Aslim Akmal dan Muchamad Zaini.

Dalam testimoninya dalam acara tersebut, Aslim Akmal mengaku sangat kagung dengan acara yang diselenggarakan ODM ini. Menurutnya, Srawung 9 Tahun Mendongeng merupakan acara terhebat yang pernah dia hadiri.

“Meskipun sederhana, tapi menurut saya ini merupakan acara terhebat yang pernah saya hadiri. Tadi kita menyaksikan penampilan anak-anak ODM yang membawakan cerita Sendang Jodo. Tadi ada anak yang masih kecil yang tampil luar biasa, kalau punya anak seumuran pasti saya jadikan mantu,” kata Aslim, yang kemudian disambut tawa para tamu undangan.

Sementara itu, Muchamad Zaini dalam testimoninya, mengaku ingin kembali ke masa kecilnya, dan ingin mendaftar di ODM. Karena menurutnya, siswa-siswi di ODM adalah anak-anak yang hebat. Dia juga mengaku kagum dengan penampilan anak-anak yang tampil sebelum dia diminta maju ke atas panggung.

“Saya yakin, kelak anak-anak ODM akan menjadi orang-orang yang hebat. Tadi saya merasa merinding, ada anak-anak kecil yang pandai sekali medongeng. Saya berjanji, setelah ini saya akan mendongeng ke anak saya,” ucapnya.

Koordinator acara, Tiyo Ardiyanto menjelaskan, acara ini digelar untuk memperingati ulang tahun yang kesembilan ODM. Ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan, di antaranya bazar belajar dan Srawung. (23/12/2023).

Dia menjelaskan, bazar belajar adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh anak-anak ODM untuk menampilkan karya. Hasil karya yang ditampilkan sesuai dengan minat dan bakat anak. Satu di antaranya adalah lukisan, makanan, aksesoris, dan kerajinan tangan.

Tak hanya menampilkan karya, acara tersebut juga dilanjutkan dengan diskusi apresiasi dari orang tua hingga kakak pendamping. Selain mengundang keluarga besar ODM, mereka juga menghadirkan forum OSIS Kudus dalam acara spesial tersebut. Hal itu bertujuan menciptakan kolaborasi berbagi ilmu di sekolah umum dengan anak-anak di ODM.

“Dari kegiatan bazar ini anak-anak akan diajarkan belajar berproses dan belajar ekonomi. Selain kedua hal itu, mereka juga belajar mengenal budaya, contohnya di bazar tadi ada yang berjualan es kampul. Es kampul itu dari mana sih, yaitu solo,” jelas Tiyo.

Tiyo melanjutkan, sedangkan acara Srawung hadir karena sebuah keresahan yaitu orang-orang yang kurang menghargai sebuah pertemuan.

“Malam Srawung nanti kami mengundang seluruh keluarga besar ODM, yaitu orang-orang yang pernah berproses bersama ODM. Nanti kegiatannya akan ada dalam bentuk show, testimoni, dan banyak lagi,” tambahnya.

Namun, menurutnya yang menjadi esensial dalam sembilan tahun mendongeng yaitu mereka mampu memaknai bahwa pertemuan itu indah dan mengasyikkan. Sehingga, orang-orang tidak mudah untuk dipecah belah.

Tiyo menuturkan, konsep yang diusung dalam ulang tahun kali ini cukup unik, yakni dengan membawa gerobak angkringan dan tenda pernikahan yang dimaknai sebagai srawung. Yakni tempat berkumpulnya orang-orang yang jauh dengan meluangkan waktunya untuk datang.

Editor: Suwoko

Anita Purnama
Anita Purnama
Jurnalis Beta Media

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER