31 C
Kudus
Sabtu, Juni 22, 2024

Karnawi, Sosok ‘Gila’ yang Gigih Hijaukan Pesisir Pantai Tunggulsari Pati Selama 34 Tahun

BETANEWS.ID, PATI – Lelaki paruh baya bernama Karnawi itu berjalan menyusuri tepian Pantai Mina Mangrove di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Pati. Tangannya menggenggam beberapa bibit tanaman bakau (mangrove) yang ia ambil dari tempat pembibitan di dekat rumahnya.

Karnawi dikenal banyak orang memiliki dedikasi tinggi terhadap lingkungan di pesisir Desa Tunggulsari. Kerja keras Karnawi menanam bakau telah diganjar Kalpataru oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (KLHK) Provinsi Jawa Tengah pada Oktober 2023. Dirinya dinobatkan sebagai Pembina Lingkungan.

Tanaman mangrove di Pesisir Tunggulsari hasil budi daya Karnawi. Foto: Kholistiono

Karnawi  konsisten menanam bakau di pesisir sejak 34 tahun lalu. Hasilnya lebih 35 hektare kawasan di wilayah Tunggulsari berhasil kembali dihijaukan. Bahkan, kawasan itu kini menjadi wisata mangrove. Sejumlah warga juga memanfaatkan buah mangrove untuk berbagai olahan makanan.

-Advertisement-

Baca juga: Komisi B DPRD Pati Sarankan Pemkab Pati Getol Tanam Mangrove untuk Tanggulangi Abrasi

Kondisi itu tampak kontras jika dibandingkan dengan 34 tahun lalu. Kala itu, hampir sebagian besar wilayah pantai di tempatnya hancur dihantam ombak. Akibatnya, sejumlah tambak ikut jebol hingga hilang.

Berkat kegigihan Karnawi, ancaman itu tak lagi menjadi kekhawatiran warga sekitar. Mereka merasa aman saat musim ombak besar datang.

”Kini sudah mulai ada hasilnya seperti kemarin saja saat gelombang besar tidak sampai merusak tambak dan desa. Kalau dulu air laut sampai ke desa,” ujar Karnawi, Sabtu (4/11/2023).

Baca juga: Menjaga Hutan Mangrove, Langkah Dukuh Bedono Bentengi Diri dari Kenaikan Permukaan Laut

Karnawi bercerita, sejak menanam mangrove pada 1989 bersama keluarga kecilnya, salah satu kendalanya adalah kurangnya pengetahuan soal merawat mangrove yang berakibat tanam rusak dan gagal tumbuh. Dari kesalahan itulah, ia mulai belajar dengan menimba ilmu dengan sejumlah komunitas hingga instansi yang berkonsentrasi di konservasi.

Karnawi akhirnya memulai dengan siasat baru. Pada 2009 dirinya kemudian mengganti mangrove yang ia tanam dari jenis Rhizophora ke Avicinnea. 

”Akhirnya berhasil, karena jenis Avicinnea akarnya lebih kuat,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER