BETANEWS.ID, PATI – Penyakit dabetes bukan lagi menjadi monopoli orang tua. Di Kabupaten Pati, usia produktif yakni usia di bawah 40 tahun banyak ditemukan menderita penyakit tersebut.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati dr Aviani Tritanti Venusia. Dirinya menyebut, terjadi tren pergeseran usia untuk penderita penyakit diabetes.
Baca Juga: Terjebak Macet Berjam-jam di Pantura Pati-Rembang, Sopir: ‘Rugi Waktu, Rugi Uang’
Meski tidak menjelaskan secara rinci, penderita dengan usia di bawah 40 tahun terhitung banyak. Usia ini bahkan mengisi sebagai besar penderita diabetes dari 29.060 orang yang terdeteksi di Kabupaten Pati.
“Banyak bergeser ke usia produktif. Padahal penyakit ini terkenal banyak diderita orang dengan usia 40 tahun ke atas,” ujar Aviani.
Menurutnya, tren pergeseran ini tidak lepas dari gaya hidup yang berekembang. Seperti kurangnya jam tidur, jenis makan yang dikonsumsi hingga minimnya aktivitas olah raga.
“Penyakit ini memang bukan penyakit yang menular. Namun perlu tindakan serius,” ungkap Aviani.
Sejak awal tahun 2023 ini, katanya pihaknya telah melakukan upaya skrining atau deteksi terhadap penderita penyakit diabetes tersebut.
Tahun ini mereka menargetkan, sebanyak 33.621 jiwa mampu terdeteksi untuk dilakukan penanganan.
Hanya saja, memasuki triwulan ketiga Dinas Kesehatan Pati baru menemukan 80 persen penderita diabetes dari target.Secara angka jumlah ini setara sebanyak 29.060 orang yang telah diperiksa.
Baca Juga: Kemacetan Parah di Pantura Pati-Rembang Masih Terjadi hingga Hari Ini
“Kami berharap hingga akhir tahun kami dapat mencapai target skrining dan dapat kami berikan terapi,” imbuhnya.
Katanya, upaya penyaringan dinilai perlu dilakukan untuk penderita diabetes. Menurutnya semakin banyak penemuan angka diabetes, maka pihaknya dapat melayani dan melakukan pendampingan agar penyakit ini tidak semakin parah.
Editor: Haikal Rosyada

