BETANEWS.ID, JEPARA – Udara Sejuk dan alam yang masih asri membuat perjalanan menuju Air Terjun Banyu Anjlok itu tidak terasa melelahkan. Destinasi wisata yang berada di Dukuh Sewengen, Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara itu memang cocok dikunjungi saat liburan.
Rasa lelah dan keringat pun terbayar saat tiba di Air Terjun Banyu Anjlok. Air yang jernih yang mengalir cukup deras dari atas tebing menciptakan gemericik air yang terasa menenangkan. Di sepanjang area wisata, banyak muda-mudi dan keluarga tampak sedang menikmati pemandangan dan bermain air di sepanjang aliran.

Sedangkan beberapa yang lain terlihat menikmati cemilan di gazebo sambil menikmati aliran air yang mengalir dengan derasnya.
Baca juga: Asyiknya Kamping di Kali Ndayung, Pulang Dijamin Pikiran Langsung Fresh
Objek wisata yang buka setiap hari mulai pukul 7.00 sampai 17.00 WIB itu memang bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi saat liburan. Untuk masuk ke Air Terjun Banyu Anjlok, pengunjung cukup membayar tiket Rp5.000 sudah termasuk parkir.
Air Terjun Banyu Anjlok bisa dibilang merupakan salah satu air terjun di Jepara yang cukup tinggi, di mana ketinggiannya sekitar 30 meter. Pemandangan di sekitar air terjun juga sangat asri. Di bawahnya terdapat kolam penampungan air yang cukup besar yang aman untuk berenang atau sekadar bermain air.
Bagi pengunjung yang suka foto, tak perlu khawatir karena di sini banyak spot foto ciamik yang disediakan oleh pengelola. Salah satunya tepat di depan air terjunnya, yaitu landmark bertuliskan Banyu Anjlok. Selain spot foto, di sini juga disediakan beberapa fasilitas seperti tempat untuk bersantai, seperti gazebo dan warung.
Baca juga: Air Terjun Wadung Kecemplung, Destinasi Wisata Baru di Jepara yang Lagi Hits
Salah satu pengunjung, Bayu, menyampaikan, tempat wisata Air Terjun Banyu Anjlok ini memiliki keindahan alam yang murni dan suasana di sini bersih tanpa ada sampah serta sejuk.
“Saya tertarik datang ke sini karena Banyu Anjlok sendiri mempunyai keindahan alam yang murni dan suasana di sini bersih tanpa ada sampah dan sejuk juga,” tandasnya.
Penulis: M Fariz Ardiansyah, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Muhlisin

