Ika Sulistyaningrum, pemandu wisata di Museum Kretek, mengungkapkan, siswa-siswi RA Nurul Haq cukup kooperatif untuk tidak memegang benda koleksi yang ada di museum. Mereka menjalankan intruksi untuk tidak memegang benda-benda koleksi, yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.
“Tadi mereka diajak untuk melihat benda koleksi, mulai dari melihat foto-foto, diorama, proses pembuatan klobot, melihat daun tembakau dan cengkeh asli, yang terakhir benda-benda promosi,” jelasnya.
Editor: Suwoko

