31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Begini Modus Tersangka Korupsi Rp1,5 M di BUMDesma Mandiri Sejahtera Pati

BETANEWS.ID, PATI – Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Mandiri Sejahtera yang merupakan wadah gabungan usaha dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sempat menjadi percontohan nasional pada awal berdiri 2018 lalu.

Namun dalam perjalanannya, justru muncul adanya dugaan korupsi yang menyeret beberapa nama. Teranyar, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati telah menetapkan tiga tersangka atas kasus penyertaan modal pada BUMDesma Mandiri Sejahtera pada Selasa (5/9/2023).

Tiga tersangka itu adalah R, selaku Ketua BUMDesma Mandiri Sejahtera; RA, selaku Direktur Utama PT MBSP (Maju Berdikari Sejahtera Pati), dan HS, Direktur Utama PT MDP (Mitra Desa Pati).

Baca juga: Minta Pemkab Cari Solusi Jangka Panjang Atasi Kekeringan, Ali: ‘Jangan Hanya Diberi Air Saja’

Kasi Pidsus Kejari Pati, Erwin Ardiyanto, menjelaskan peran masing-masing tersangka dalam kasus dugaan korupsi BUMDesma tersebut.

Ia menyebut, awalnya pada 2018 muncul inisiatif untuk membentuk desa korporasi. Kemudian, ide tersebut ditindaklanjuti, yang kemudian difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Pati, untuk meminta atau mengumpulkan kepala desa terkait keikutsertaan dalam desa korporasi.

“Kemudian, desa yang bergabung yang jumlahnya 159, akhirnya membuat badan usaha bersama. Setelah 159 desa tersebut menyetorkan modal, akhirnya oleh pengurus BUMDesma Mandiri Sejahtera mentransfer atau sebagian ditransfer kepada PT MBSP,” ujarnya, Rabu (6/9/2023).

Karena, BUMDesma tersebut katanya tidak memiliki unit usaha, kemudian ditindaklanjuti dengan membentuk PT MBSP. Perusahaan ini, memiliki unit usaha yang bergerak di bidang bidang klinik dan investasi.

Selanjutnya, dari pengurus BUMDesma, ternyata tidak keseluruhan mentransfer penyertaan modal yang jumlahnya seharusnya sebesar Rp5,085 miliar.

“Yang ditransfer hanya Rp 4,7 miliar. Sisanya, oleh tersangka R yang merupakan Ketua BUMDesma Mandiri Sejahtera, digunakan untuk ivestasi sendiri,” ungkapnya.

Kemudian dana Rp4,7 miliar yang diterima PT MBSP, digunakan untuk mendirikan klinik sebanyak 5 unit. Ada pula yang digunakan direktur utamanya yaitu RA, untuk investasi, tanpa melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) atau tanpa seizin BUMDesma sebagai pemegang saham.

Baca juga: Kejari Pati Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi di BUMDesma Mandiri Sejahtera

“Pada akhirnya investasi tersebut merugi. Kliniknya pada saat ini juga sudah tutup. Kemudian uang yang diinveestasikan tidak kembali,” imbuhnya.

Bukan hanya itu, ternyata pengurus PT MBSP, kemudian bekerja sama dengan pihak lain, yaitu  PT MBN, untuk mendirikan anak perusahaan dengan nama PT MDP. Namun, PT MDP, saat ini juga merugi. Kemudian tidak ada uang yang kembali dari hasil kerjasama dengan PT MBN.

Kasi Pidsus melanjutkan, berdasarkan surat alat bukti negara ditemukan kerugian negara senilai Rp 1,5 miliar.

“Terhadap ketiga tersangka, disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dengan Ancaman Hukuman pidana paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER