BETANEWS.ID, KUDUS – Untuk menghadapi musim tanam pertama (MT 1), Daerah Irigasi (DI) suplai utama dari Waduk Kedung Ombo sudah dibuka mulai hari ini, Kamis (14/9/2023). Aliran air dari Waduk Kedung Ombo yang mengaliri daerah Bendung Klambu ada 3DI, meliputi Klambu Kanan, Klambu Wilalung, dan Klambu Kiri.
“Rencananya untuk pembukaan air di Bendung Klambu (bendung pengambilan) akan dilakukan 15 September 2023, pukul 6.00 WIB. Hal itu sesuai dengan kesepakatan untuk menjalankan MT1 di Sungai Seluna oleh BBWS Pemali Juwana di Semarang,” kata Koordinator Daerah Irigasi Wilalung PSDA Seluna, Noor Ali melalui sambungan telepon, Kamis (14/9/2023).
Ali mengatakan, pembukaan air dari Waduk Kedung Ombo menurut informasi yang ia dapatkan, dibuka sejak pukul 11.18 WIB, Kamis (14/9/2023). Sementara debit air yang dibuka untuk daerah irigasi itu sejumlah 30m³liter/detik.
Baca juga: Miris, Petani di Undaan Terpaksa Beli Beras Karena Selama 4 Tahun Gagal Panen
“Dari berita acara yang sudah disepakati selama satu minggu itu untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK), air minum, dan lainnya. Jadi untuk penggelontorannya belum bisa full,” tuturnya.
Hal itu, kata Ali, disebabkan karena penyusutan air di Waduk Kedung Ombo di tahun ini. Dengan kondisi suhu panas yang begitu tinggi saat ini, sehingga evelasi atau ketinggian air di sana menjadi berkurang.
“Jadi ada faktor-faktor yang mempengaruhi ketersediaan air di Waduk Kedung Ombo berkurang. Di antaranya suhu panas yang mencapai 39°C, kemudian kemarau panjang yang tak kunjung hujan, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi evelasi di Waduk Kedung Ombo saat ini 85 meter dari dasar. Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada petani untuk secepatnya melakukan persiapan tanam di MT1 ini.
Baca juga: Meski Harga Gabah di Kudus Mahal, Petani Tetap Tak Bisa Untung Banyak
“Seandainya air sudah sampai ke lahan para petani, segeralah untuk melakukan pembajakan. Selanjutnya secepatnya menabur persemaian bibit padi. Kemudian untuk petani yang jangkauan airnya jauh, untuk menitipkan ke saudara petani yang sudah terjangkau air,” bebernya.
Ia menyebut, kendala yang dihadapi tahun ini air tidak sepenuhnya full bisa mencukupi kebutuhan di beberapa sungai yang akan dilalui atau 3DI. Sebab, jika dipaksakan mengaliri air secara full terus menerus, dikhawatirkan bisa menyebabkan gagal tanam.
“Karena misalnya akan dipaksakan full terus dari Kedung Ombo, menurut saya evelasi di sana malah semakin turun dikawatirkan kalau tidak segera hujan, ada gagal tanam,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

