BETANEWS.ID, KUDUS – Pedagang jeruk yang memanfaatkan lahan lokasi di pinggir Jalan Budi Utomo, Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu ketiban rejeki yang berlimpah. Dalam sehari, pedagang tersebut bisa meraup omzet hingga Rp3 juta.
Ahmad Fani, salah satu karyawan yang bekerja di lapak tersebut memulai berjualan sejak dua pekan lalu, setidaknya Ia bisa menjual 10 hingga 12 peti setiap harinya. Sedangkan untuk satu peti tersebut bisa menampung jeruk sebanyak 30 hingga 33 kilogram.
Baca Juga: Siswa MI Gunungpring Wawancarai Ganjar, Tanya Pelajaran Favorit hingga Tokoh Idola
Harga jual jeruk per kilogram di lapak itu dibandrol dengan harga Rp9 ribu, untuk jeruk berukuran kecil dan Rp 15 ribu untuk jeruk yang berukuran besar. Tiap hari cuan yang didapatnya bisa mencapai Rp3 juta.
“Untuk saat ini sudah mulai menurun untuk minat pembeli. Tidak seperti saat awal berjualan di sini. Sebab awal jualan sehari bisa menjual 18 hingga 20 peti. Namun saat ini sudah menurun,” katanya saat ditemui, Selasa (22/8/2023).
Ia menjelaskan, penurunan penjualan itu dikarenakan harga barang yang saat ini sudah mulai ada kenaikan. Selain itu, cuaca juga bisa mempengaruhi penjualan. Di saat cuaca panas, penjualan akan lebih ramai lagi.
Baca Juga: Tangis Haru Elisa, Berkat Lapak Ganjar Produknya Tembus Eropa
“Saat ini untuk harga kulakan jeruk juga mulai naik, sehingga itu juga mempengaruhi penurunan penjualan. Mulai menurun itu setelah satu pekan berjalan hingga saat ini,” ungkap pria yang tercatat sebagai warga Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak tersebut.
Meski ada penurunan penjualan dibandingkan saat awal jualan, pihaknya masih mendapatkan penghasilan jauh lebih besar dibanding UMK Kudus.
Editor: Haikal Rosyada

