BETANEWS.ID, KUDUS – Tausi’ul Ilma (29) tampak sibuk mendesain gambar di laptop hitamnya. Tangannya tampak lihai mengoperasikan mouse sambil sesekali memandangi dengan lamat-lamat hasil pekerjaannya.
Sehari-hari, Owner Digipedia itu memang banyak meghabiskan waktunya di depan laptop. Di tempat usaha yang berada di Desa Krandon, Kecamatan/Kabupaten Kudus itu, Ilma bisa menerima semua pesanan yang berkaitan dengan olah digital.

Bagi Ilma, usaha yang menerima pesanan mulai dari kalender, undangan, poster, banner, hingga merchandise itu merupakan perwujudan hobi yang jadi sumber rezeki. Meski baru buka usaha 2020 lalu, tapi ia sudah berkecimpung di dunia desain grafis sejak 2011. Skillnya makin berkembang saat bekerja di salah satu percetakan besar di Kudus.
Baca juga: Gerabah Remitan, Dolanan Tradisional yang Tak Lekang Dimakan Zaman
“Karena tuntutan kebutuhan setelah berkeluarga, tahun 2020 saya nekat buka usaha ini dengan modal utang kurang lebih 30 juta,” jelas Ilma kepada Betanews.id, Senin (5/5/2023).
Soal harga, ia membebankan kepada kastemer sesuai dengan tingkat kesulitan pengerjaan. Namun yang pasti, ia selalu memberikan pelayanan prima, sesuai tagline Digipedia, partner solusi terbaikmu, artinya setiap kastemer dianggap seperti partner sendiri.
“Namanya partner, jadi harus saling merasa enak dan nyaman ketika bertransaksi. Dengan begitu maka kastemer akan merasa puas bahkan membicarakan kepuasan tersebut kepada orang lain,” tegas Ilma.
Baca juga: Produsen Burner dan Tungku Kompor Gas di Juwana Ini Omzetnya Capai Rp70 Juta Sehari
Beberapa orang ketika membicarakan usaha, pasti tidak jauh dari yang namanya hambatan. Berbeda dengan Ilma, ia tidak membicarakan jauh perihal hambatan. Justru ia berpesan ketika ada hambatan dalam membuka usaha, maka hambatan tersebut harus dijadikan sebagai motivasi lebih supaya dapat menyelesaikannya.
“Dalam usaha, jangan jadikan hambatan sebagai hambatan, akan selesai kalau seperti itu. Justru diri kita yang harus lebih menambah semangat dalam melewati hambatan tersebut,” pungkasnya.
Penulis: Alfiyan Chasanul Muna, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Muhlisin

