31 C
Kudus
Jumat, September 22, 2023

2023 Tak Ada Anggaran Penanganan Banjir di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Penanganan banjir di Kabupaten Kudus tahun ini diklaim Hartopo sudah maksimal. Namun, otorisasi sungai yang ada pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) membuat Pemkab Kudus tidak bisa mengalokasikan anggaran untuk penanganan banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Arief Budi Siswanto mengatakan, di anggaran perubahan Kabupaten Kudus tahun 2023 tak ada anggaran untuk penanganan banjir.

Baca Juga: Semarakkan Malam Tirakatan HUT Ke-78 RI, Desa di Kudus Ini Tampilkan Tarian Kretek

“Kalau dari Pemkab Kudus tak ada pengalokasian anggaran penanganan banjir di anggaran perubahan tahun 2023. Untuk penanangan banjir kita masih mengandalkan Pemerintah Pusat. Karena otorisasi sungai itu ada di BBWS,” ujar Arief kepada Betanews.id di Pendopo Kudus beberapa hari lalu.

Sementara itu Bupati Kudus Hartopo mengklaim bahwa penanganan banjir di Kota Kretek sudah maksimal. Tapi, memang pihaknya perlu dukungan, baik dari pemerintah provinsi maupun dari Pemerintah Pusat.

“Karena kalau kita mengandalkan keuangan APBD jelas tidak bisa mencukupi. Sehingga kita perlu dukungan dari provinsi serta Pemerintah Pusat,” ujar Hartopo usai upacara Kemerdekaan RI ke-78 di Lapangan Alun-Alun Kudus.

Ia pun mengaku sudah mengupayakan terkait penanganan banjir langsung kepada presiden. Di antaranya, pembuatan embung dan waduk di beberapa titik serta normalisasi sungai.

“Ketika itu terealisasi akan sangat berguna untuk antisipasi bencana banjir. Nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk irigasi atau pengairan sawah petani di musim kemarau,” jelasnya..

Ditemui di lokasi yang sama, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Masan menambahkan, bahwa masalah banjir tersebut tidak melulu tentang anggaran tetapi perlu ahli di dalam penanganan itu. Pasalnya banjir itu persoalan Komplek.

“Sehingga tidak serta merta hanya mengandalkan anggaran saja. Peran masyarakat juga penting. Terutama bagaimana membuang sampah jangan di sungai,” ujar Masan kepada Betanews.id.

Menurutnya, penyebab banjir di antaranya adalah sampah di sungai dan menumpuk. Banyaknya sampah tersebut kemudian menghambat arus air sungai, sehingga mengakibatkan jebolnya tanggul sungai.

Baca Juga: 78 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Disabilitas Kudus Merasa Belum Merdeka

“Mau dikasih anggaran berapa tetap tidak bisa menanggulangi banjir, kalau kesadaran masyarakatnya untuk tidak membuang sampah sembarangan tidak ada. Maka, kesadaran itu bersama-sama. Tidak bisa hanya pemerintah. Bareng-bareng,” tandasnya.

Sebagai informasi, tiap tahun kala musim hujan beberapa wilayah di Kabupaten Kudus dilanda musibah banjir. Akibat banjir tersebut ada ribuan hektare tanaman padi yang gagal panen, dengan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah. Kerugian tersebut hanya dari sektor pertanian saja, belum yang lain.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,308PengikutMengikuti
118,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER