BETANEWS.ID, JEPARA – Kecamatan Mayong menjadi salah satu kawasan industri yang ada di Kabupaten Jepara. Tidak hanya berasal dari warga lokal, karyawan pabrik di daerah tersebut juga banyak yang berasal dari luar daerah, sehingga kehadiran ojek online (Ojol) sangat diminati di kawasan industri.
Hal tersebut seperti disampaikan oleh Bintoro (50), salah satu driver Maxim yang ada di Jepara. Lelaki yang sudah enam tahun berprofesi sebagai driver ojol tersebut bercerita bahwa banyaknya karyawan pabrik juga menjadi berkah bagi para driver.
“Kalau di kita itu ada sebutan kotanya Jepara itu bukan Jepara tapi Mayong, karena di sana kan ramai banyak karyawan pabrik,” ujarnya saat ditemui usai melakukan konvoi bersama delapan driver Maxim lainnya di depan SMAN 1 Tahunan, Kamis (27/7/2023).
Baca juga: Maxim Resmi Mengaspal di Jepara, Incar Karyawan Pabrik di Mayong
Bagi para driver, menurutnya ada tiga pembagian wilayah yang biasanya menjadi titik lokasi para driver, yaitu daerah utara yang meliputi Mlonggo dan Bangsri, kemudian Daerah Kecamatan Jepara mulai dari kawasan Jepara sampai dengan Ngabul. Dan yang ketiga yaitu wilayah Timur, meliputi Pecangaan, Mayong, Kalinyamatan, dan Welahan.
“Kalau di daerah kota sih kebanyakan masyarakat umum biasa, 80 persennya dari masyarakat sendiri lah. Tapi kalau udah Pecangaan, Mayong, itu lebih banyak karyawan pabrik karena di sana kan banyak kawasan industri,” katanya.
Saat sedang ramai yaitu saat adanya musim promo, Bintoro mengaku bisa menarik penumpang sampai dengan 15 kali dalam sehari. Tetapi pada saat sepi, ia hanya bisa menarik penumpang lima kali.
Baca juga: Lokasi Terminal Tipe A di Jepara Belum ACC, Pembangunan Tertunda
“Biasanya ramai emang pas musim promo, cuma enaknya kita di Maxim yang nentuin orderan bukan dari server pusat. Tapi pas ada order masuk, server langsung ngelempar ke driver, mana nih yang bisa. Jadi nggak tergantung penilaian driver itu,” jelasnya.
Selain menarik penumpang, Bintoro biasanya juga menerima order makanan. Karena di wilayah Jepara saat ini menurutnya, sudah banyak juga toko atau warung kecil yang mulai berjualan di marketplace.
“Banyak juga sekarang itu warung-warung kecil kita sering dapet orderan makanan. Daerah Kalinyamatan banyak,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

